MUARA TEWEH — Seluruh jamaah haji Kabupaten Barito Utara yang baru tiba dari Tanah Suci diminta menjadi agen perubahan di lingkungannya. Bupati Shalahuddin secara khusus mengingatkan agar nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji tidak berhenti di embarkasi.
"Jadilah teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Jadilah pelopor dalam mempererat ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan dan kerukunan, serta turut berkontribusi mendukung pembangunan daerah melalui semangat gotong royong dan nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan," kata Shalahuddin di Muara Teweh, Senin malam.
Pesan Spiritual di Balik Perjalanan ke Tanah Suci
Bupati Shalahuddin menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jamaah dalam keadaan sehat dan selamat. Ia menegaskan kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah yang tidak dimiliki setiap umat Islam.
"Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, saya mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jamaah haji. Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilaksanakan dengan baik dan para jamaah kembali ke kampung halaman dengan selamat," ucapnya.
Haji Mabrur dan Tanggung Jawab Sosial
Menurut Shalahuddin, ibadah haji mengajarkan keikhlasan, kesabaran, kedisiplinan, persaudaraan, kepedulian, serta pengorbanan. Ia berharap seluruh jamaah memperoleh predikat haji mabrur yang tercermin melalui akhlak mulia, ibadah yang semakin istiqamah, serta meningkatnya kepedulian terhadap sesama.
Bupati mengajak masyarakat menjadikan momentum kepulangan jamaah haji sebagai pengingat bahwa ibadah tersebut merupakan awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. "Terus memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Shalahuddin.
Dalam kesempatan itu, ia juga memanjatkan doa agar seluruh amal ibadah para jemaah diterima Allah SWT, diberikan kesehatan, keberkahan umur, kemudahan rezeki, serta Kabupaten Barito Utara senantiasa menjadi daerah yang religius, rukun, aman, maju, dan sejahtera.