KUALA KURUN — Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Richard mengingatkan bahwa modus penipuan berkedok investasi terus berkembang dan menyasar berbagai kalangan, termasuk ASN. Ia menyebutkan sejumlah modus yang patut diwaspadai, mulai dari arisan dalam jaringan (daring) yang tidak jelas, pinjaman online ilegal, hingga tawaran investasi tanpa izin yang beredar di media sosial.
Modus Penipuan yang Mengintai ASN
Richard mendorong ASN untuk tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar yang tidak masuk akal. "Modus penipuan berkedok investasi yang kami maksud mulai dari arisan dalam jaringan (daring) tak jelas, pinjaman online ilegal, hingga tawaran investasi tanpa izin di media sosial," ungkapnya saat dihubungi dari Kuala Kurun, Kamis.
Investasi Legal yang Direkomendasikan
Alih-alih mengambil risiko pada instrumen ilegal, Pemkab Gumas mendorong ASN untuk memanfaatkan produk investasi resmi seperti saham dan reksa dana. Produk-produk ini harus disesuaikan dengan profil risiko, kemampuan finansial, serta tujuan keuangan jangka panjang masing-masing individu.
"ASN tidak hanya mampu mengelola penghasilan secara produktif, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan di lingkungan kerja, keluarga, maupun masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka," kata Richard. Ia berharap ASN dapat menjadi teladan dalam pengelolaan keuangan yang sehat dan aman.
Sekolah Pasar Modal Jadi Bekal Literasi
Untuk membekali pengetahuan yang memadai, Pemkab Gumas menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Mereka telah menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal di Kuala Kurun pada Kamis (9/7) lalu.
Pemkab Gumas mengapresiasi sinergi antara OJK, BEI, dan perusahaan sekuritas yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Melalui program ini, budaya literasi keuangan di kalangan ASN diharapkan terus meningkat sehingga mereka mampu mengambil keputusan investasi secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.
Peran Strategis ASN dalam Pembangunan Daerah
Richard menegaskan bahwa ASN memiliki peran strategis dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah. Dengan literasi keuangan yang mumpuni, ASN tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga membantu masyarakat di sekitarnya agar tidak mudah terjebak penipuan.
"ASN memiliki peran strategis dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah, sehingga literasi keuangan yang mumpuni diharapkan turut mendukung terciptanya masyarakat Gumas yang sejahtera dan produktif," demikian Richard.