KALIMANTAN TENGAH — Dedy Okto Nooryanto bersama anggota DPRD Kabupaten Berau meninjau langsung empat lokasi PPM PT Berau Coal, mulai dari Kebun Kakao di Kampung Samburakat, Pabrik Berau Cocoa, Politeknik Sinar Mas Berau Coal, hingga Rumah Kemas Batiwakkal. Rombongan melihat proses budidaya hingga pengolahan biji kakao fermentasi yang siap ekspor.
Petani Kakao Dapat Pendampingan Penuh, dari Sekolah Lapang hingga Pemasaran
Salah satu program yang mendapat sorotan adalah pengembangan kakao. Hingga kini, PT Berau Coal telah mendampingi 1.400 petani dan mengembangkan kebun kakao baru seluas 788 hektare. Perusahaan juga merehabilitasi sekitar 150 hektare kebun kakao lama di wilayah Suaran, Merasa, dan Kelay.
Hamka, seorang petani dampingan, mengaku mendapat pendampingan menyeluruh. "Sebelum menerima bantuan, kami mengikuti Sekolah Lapang untuk mempelajari Good Agricultural Practices (GAP). Setelah itu kami mendapat bantuan kompos, bibit, dan pendampingan. Kebutuhan di kebun terus dipantau," ungkapnya.
Pabrik Berau Cocoa Kirim 5 Ton Biji Kakao Fermentasi ke Pabrik Cokelat Nasional
Dalam kunjungan tersebut, DPRD dan manajemen PT Berau Coal melepas pengiriman lima ton biji kakao fermentasi ke PT Wahana Interfood, perusahaan pengolah cokelat. Cocoa Trading Section Head Berau Cocoa, M. Issaef Sabana, menjelaskan bahwa pihaknya membeli biji basah dari petani, lalu memfermentasi, mengeringkan, dan melakukan grading sebelum dikirim.
"Mayoritas yang kami beli adalah biji basah. Setelah difermentasi dan dikeringkan, baru kami grading, kemas, dan kirim," jelas Issaef.
Politeknik Vokasi: Jawaban Kebutuhan Tenaga Kerja Industri di Berau
Dedy Okto juga menyoroti keberadaan Politeknik Sinar Mas Berau Coal yang dinilai menjadi solusi pendidikan tinggi di daerah. "Kita tidak perlu jauh-jauh kuliah karena sudah memiliki politeknik yang dibangun Sinar Mas dan PT Berau Coal. Mayoritas lulusannya diterima bekerja di industri," ujarnya.
Fokus Pascatambang: Kakao Jadi Sektor Unggulan Ekonomi Berau
General Manager Operational Support & Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto, menegaskan bahwa pengembangan perkebunan kakao sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Berau untuk menyiapkan ekonomi pascatambang. "Berau punya potensi sumber daya yang sangat baik. Kakao menjadi sektor unggulan yang terus kami dukung," kata Cahyo.
Ke depan, Dedy berharap dampak program PPM tidak hanya dirasakan masyarakat di lingkar tambang, tetapi menjangkau seluruh warga Kabupaten Berau. Sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan, menurutnya, perlu terus diperkuat agar pembangunan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia semakin meningkat.