SAMPIT — Pemerintah Kabupaten Kotim mencatat tren positif dalam penurunan angka kemiskinan. Dari data yang dirilis, persentase penduduk miskin di wilayah tersebut kini berada di bawah rata-rata provinsi dan nasional.
Wakil Bupati Kotim Irawati menyebut pencapaian ini merupakan indikator perkembangan ekonomi daerah selama dua tahun terakhir. Menurutnya, angka 5,83 persen menjadi bukti program pembangunan yang berjalan mulai menunjukkan hasil.
“Angka kemiskinan masih bisa ditekan sebesar 5,83 persen pada tahun 2025, lebih kecil dari nasional sebesar 8,25 persen,” ujarnya, Sabtu 18 Juli 2026.
Modal untuk Kebijakan 2027
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi catatan akhir tahun. Irawati menegaskan data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2027.
“Tentunya ini menjadi hal positif dan akan menjadi perhatian dalam menyusun kebijakan,” ujarnya.
Pemkab Kotim berharap tren penurunan ini bisa dipertahankan. Caranya, dengan memastikan setiap program pembangunan yang direncanakan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Komitmen Berkelanjutan
Pemerintah daerah tidak ingin capaian ini berhenti di satu titik. Irawati menyebut penyusunan KUA dan PPAS 2027 akan mempertimbangkan kondisi ekonomi riil di lapangan agar pembangunan berjalan berkelanjutan.
“Pemerintah daerah berkomitmen menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.
Dengan angka yang sudah di bawah rata-rata nasional, Kotim kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga momentum. Fokus ke depan adalah memastikan penurunan ini tidak hanya bersifat statistik, tetapi dirasakan langsung oleh warga di tingkat kelurahan dan desa.