Pencarian

Pemerintah Desa di Kotim Diminta Aktifkan Kembali Masyarakat Peduli Api untuk Cegah Karhutla

Kamis, 16 Juli 2026 • 15:47:31 WIB
Pemerintah Desa di Kotim Diminta Aktifkan Kembali Masyarakat Peduli Api untuk Cegah Karhutla
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mendorong pengaktifan kembali Masyarakat Peduli Api di setiap desa untuk mencegah karhutla.

SAMPIT — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Timur mendorong pemerintah kabupaten untuk memperkuat sistem pencegahan dari tingkat paling bawah. Seluruh kepala desa diminta tidak hanya gencar mengimbau larangan membakar lahan, tetapi juga menghidupkan kembali peran Masyarakat Peduli Api (MPA) yang selama ini terbukti efektif.

MPA Jadi Garda Deteksi Dini Karhutla

Menurut Kepala DPMD Kotim Ninuk Muji Rahayu, keberadaan MPA sangat strategis karena mampu mendeteksi potensi kebakaran sejak dini. Kelompok ini juga bertugas memberikan edukasi kepada warga dan melakukan penanganan awal sebelum api meluas ke area yang lebih besar.

“Desa harus terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, kami juga mendorong pemerintah desa mengaktifkan kembali Masyarakat Peduli Api sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran,” ujar Ninuk, Kamis (16/7/2026).

Sinergi Lintas Instansi Diperkuat

Pencegahan karhutla tidak bisa berjalan sendiri. Ninuk meminta setiap pemerintah desa memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Sinergi ini dinilai penting agar potensi kebakaran bisa dicegah sejak dini dan tidak berkembang menjadi bencana besar.

“Sinergi semua pihak sangat diperlukan agar potensi kebakaran bisa dicegah sejak dini dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” katanya.

Larangan Membakar Lahan: Aturan dan Risiko

Ninuk kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apa pun. Selain melanggar aturan, praktik membuka lahan dengan cara membakar berpotensi memicu kebakaran yang meluas dan berdampak serius terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas ekonomi warga.

“Pencegahan adalah langkah paling efektif. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, MPA, dan masyarakat, risiko terjadinya karhutla di Kabupaten Kotim selama musim kemarau tahun ini diharapkan bisa ditekan secara signifikan. (Nardi)

Bagikan
Sumber: beritasampit.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks