PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, memimpin langsung upacara peringatan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya pada Jumat. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pencapaian pembangunan kota selama ini merupakan hasil sinergi semua pihak, bukan kerja satu instansi saja.
"Pembangunan Kota Palangka Raya tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kerja keras, kolaborasi, dan semangat gotong royong semua pihak," kata Agustiar di hadapan peserta upacara.
Falsafah Huma Betang Jadi Landasan
Agustiar menyebut, falsafah Huma Betang yang menjadi identitas masyarakat Kalteng harus terus dirawat. Filosofi ini mengajarkan kehidupan yang rukun, toleran, dan saling menghargai di tengah keberagaman suku dan agama.
"Di usianya yang semakin matang, Kota Palangka Raya terus tumbuh dan berkembang berkat kerja keras, kolaborasi, dan semangat gotong royong," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Palangka Raya, jajaran Forkopimda, DPRD, tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha, hingga media yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Tantangan Pembangunan Tak Hanya Fisik
Menurut Agustiar, tantangan pembangunan saat ini tidak lagi sekadar urusan fisik. Menjaga persatuan, kelestarian lingkungan, dan kebersamaan sebagai jati diri masyarakat Palangka Raya menjadi pekerjaan rumah yang sama pentingnya.
"Mari kita terus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun kota yang maju, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat," ajaknya.
Dukungan untuk Program Prioritas Nasional
Sejalan dengan tema peringatan tahun ini, "Palangka Raya Kota Kolaborasi", Gubernur mengajak seluruh komponen memperkuat sinergi. Ia menegaskan, pemerintah harus hadir memberikan pelayanan terbaik dan mendukung pelaksanaan program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih.
Agustiar juga mendorong implementasi Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) agar masyarakat di wilayah pedalaman dan kelompok kurang mampu mendapat akses layanan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang lebih baik.
Efisiensi Anggaran Tak Halangi Pembangunan
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Agustiar menekankan bahwa pembangunan harus tetap berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Ia mengingatkan semangat Isen Mulang—pantang mundur dan pantang menyerah—sebagai motor penggerak.
"Dengan semangat Isen Mulang, pantang mundur dan pantang menyerah, mari kita terus bergandengan tangan membangun daerah," pungkasnya.