Pencarian

Kamera AI Flock Safety Makin Marak di AS, Warga Mulai Lawan dengan Tutup Plastik

Jumat, 17 Juli 2026 • 08:19:31 WIB
Kamera AI Flock Safety Makin Marak di AS, Warga Mulai Lawan dengan Tutup Plastik
Warga di lingkungan perumahan AS menutup kamera Flock Safety dengan kantong plastik sebagai bentuk protes terhadap ketidakjelasan status pengoperasian perangkat tersebut.

KALIMANTAN TENGAH — Warga di lingkungan perumahan AS mulai membungkus kamera Flock Safety dengan kantong plastik. Aksi ini bukan vandalisme, melainkan bentuk protes saat pemerintah kota setempat belum mampu memastikan apakah perangkat pengawas tersebut benar-benar dimatikan. Di Bend, Oregon, hingga Kepolisian Los Angeles (LAPD), kontrak dengan perusahaan rintisan berbasis AI itu mulai dicabut.

Apa Itu Kamera Flock Safety?

Flock Safety adalah sistem kamera bertenaga surya yang dipasang di tiang listrik atau jalan raya. Fokus utamanya merekam pelat nomor kendaraan yang melintas, lalu mencocokkan data tersebut dengan basis data kepolisian. Perangkat ini diklaim mampu menekan kejahatan properti seperti pencurian paket, pembobolan rumah, dan perusakan.

Namun, teknologi ini tak berhenti di situ. Flock baru-baru ini meluncurkan drone berkecepatan 60 mph yang bisa diluncurkan otomatis saat ada panggilan 911 atau suara tembakan. Drone ini bisa mengikuti kendaraan atau orang, lalu mengirimkan data langsung ke aparat.

Kekhawatiran Privasi: Data Bocor ke ICE

Studi dari Pusat Hak Asasi Manusia Universitas Washington pada 2025 menemukan setidaknya delapan lembaga penegak hukum di negara bagian Washington berbagi data Flock langsung dengan ICE. Sepuluh lembaga lain memberikan akses "pintu belakang" tanpa izin eksplisit. Meski Flock mengklaim tak memiliki kemitraan langsung dengan badan federal, data yang dikumpulkan polisi lokal bisa dibagikan kapan saja.

ACLU (American Civil Liberties Union) menyoroti potensi penyalahgunaan ini. "Kamera yang seharusnya menangkap pencuri paket, bisa dipakai untuk melacak imigran tanpa dokumen," ujar perwakilan ACLU dalam wawancara dengan jurnalis teknologi.

Kemitraan dengan Ring Batal, Gugatan Hukum Menanti

Kontroversi makin memanas saat Flock berencana bekerja sama dengan Ring milik Amazon. Rencananya, polisi bisa meminta akses kamera keamanan rumah warga Ring untuk penyelidikan. Setelah mendapat tekanan publik, Ring membatalkan kerja sama tersebut. Kini Ring justru menghadapi gugatan baru terkait sistem pengenalan wajahnya sendiri.

Bagaimana Cara Kerja Kamera Ini?

Flock mengklaim kamera standar ALPR-nya hanya mengambil gambar "titik waktu" dan tidak melacak kendaraan secara real-time. Namun, kecerdasan buatan (AI) yang dimiliki memungkinkan pihak berwenang menyusun kronologi pergerakan kendaraan berdasarkan data plat nomor. Sistem juga bisa mendeteksi detail seperti tipe bodi, warna, kondisi plat, hingga barang di bak belakang.

Belakangan, Flock dikabarkan memperluas akses ke klip video dan siaran langsung, menurut laporan Forbes. Fitur ini makin memudahkan pengawasan, tapi juga memperbesar risiko pelanggaran privasi.

Respons Komunitas: Dari Kantong Plastik hingga Boikot

Di sejumlah kota, warga tak hanya menutup kamera dengan plastik, tapi juga mengajukan tuntutan hukum dan mendorong referendum lokal. Beberapa lingkungan perumahan yang awalnya menggandeng Flock lewat asosiasi pemilik rumah (HOA) mulai mundur setelah mengetahui potensi data mereka diakses ICE.

Flock sendiri membela diri dengan menyebut sistemnya dirancang untuk menekan kejahatan kekerasan seperti penculikan dan pembunuhan. Namun, tanpa regulasi yang jelas soal penggunaan drone tanpa surat perintah, kekhawatiran publik diprediksi akan terus meningkat.

Bagikan
Sumber: cnet.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks