PALANGKA RAYA — Kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu di Kompleks Gang Sari 45, Jalan Murjani Bawah, menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan warga Kalimantan Tengah. Peristiwa yang menghanguskan puluhan rumah serta merusak bangunan sekolah itu disebut sebagai pengingat akan pentingnya pencegahan di tengah cuaca panas dan kering.
Fenomena El Nino Memperparah Risiko
Junaidi menjelaskan, kondisi Kalimantan Tengah saat ini sudah memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga awal November. Situasi ini diperparah oleh fenomena El Nino yang membuat suhu udara lebih panas dari biasanya, sehingga api berpotensi menyebar lebih cepat jika terjadi kebakaran.
"Kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu harus menjadi pelajaran bagi kita semua agar masyarakat lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim kemarau seperti sekarang," katanya di Palangka Raya, Rabu.
Fokus pada Instalasi Listrik dan Kompor
Politikus itu menekankan, masyarakat harus memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. Ia menyoroti dua sumber api yang paling umum menjadi pemicu kebakaran di pemukiman padat penduduk.
"Stop kontak listrik maupun kompor juga harus dipastikan dalam keadaan mati untuk menghindari risiko kebakaran," ucap Junaidi.
Ia juga mengingatkan warga agar lebih bijak menggunakan peralatan elektronik, terutama pada siang hingga sore hari ketika beban penggunaan listrik cenderung meningkat. Menurutnya, risiko kebakaran bertambah apabila instalasi listrik di rumah tidak dalam kondisi baik.
Bukan Hanya Tanggung Jawab Keluarga
Junaidi menilai, kewaspadaan terhadap kebakaran tidak boleh dibebankan hanya kepada masing-masing keluarga. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat, mulai dari lurah hingga ketua RT dan RW, untuk aktif mengingatkan warga menjaga keamanan lingkungan selama musim kemarau.
Selain mengedukasi, Junaidi juga menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran di Jalan Murjani Bawah. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
"Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali," demikian Junaidi.