Pencarian

Listrik 10 Desa di Bukit Santuai, Kotim Dikebut Rampung Agustus 2026, 6 Desa Sudah Terang

Selasa, 14 Juli 2026 • 20:05:01 WIB
Listrik 10 Desa di Bukit Santuai, Kotim Dikebut Rampung Agustus 2026, 6 Desa Sudah Terang
Enam desa di Bukit Santuai telah selesai dipasangi tiang dan jaringan listrik, sementara empat desa lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Camat Bukit Santuai Agus Saptono menyatakan, enam desa yang sudah selesai pemasangan tiang dan jaringan listrik adalah Tumbang Batu, Tumbang Sepia, Tewai Hara, Tumbang Payang, Tumbang Kenia, dan Tumbang Getas. Dari keenam desa tersebut, Desa Tumbang Batu menjadi yang paling maju karena seluruh instalasi rumah warga telah terpasang seluruhnya.

Sementara itu, empat desa lainnya masih dalam tahap pembangunan jaringan. Keempat desa itu adalah Tumbang Torung, Lunuk Bagantung, Tumbang Tawan, dan Tumbang Seluang.

Dua Desa Paling Ujung Jadi Tantangan Terberat

Dari empat desa yang masih berproses, dua desa paling ujung menjadi tantangan utama. Camat Agus menjelaskan, untuk Desa Tumbang Torung dan Lunuk Bagantung, tiang listrik sudah terpasang dan kabel mulai ditarik. Namun, kondisi berbeda terjadi di Desa Tumbang Tawan dan Tumbang Seluang.

"Dari empat desa itu yang tiang sudah terpasang dan sudah masuk lintas kabel, baru Tumbang Torung sampai ke Lunuk Bagantung. Sedangkan, yang masih proses mengangkut tiang ini adalah Desa Tumbang Tawan dan Tumbang Seluang yang paling ujung," ujar Agus di Sampit, Selasa.

Jalan Rusak Parah, Perusahaan Sawit Turun Tangan

Kendala utama pengangkutan tiang listrik ke dua desa terujung adalah infrastruktur jalan yang rusak parah. Kondisi ini diperparah dengan berhentinya operasional perusahaan kayu PT Berkat Cahaya Timber (BCT) dalam tiga tahun terakhir, yang sebelumnya menjadi penopang akses jalan di wilayah tersebut.

Pemkab Kotim kemudian meminta bantuan perusahaan besar swasta (PBS) di wilayah setempat, PT Agro Bimantara Plantation (ABP). Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PT ABP memperbaiki sejumlah ruas jalan dan jembatan agar mobilisasi tiang listrik bisa berjalan.

"Kami dibantu oleh Bupati melalui surat permohonan kepada PT ABP. Walaupun empat desa itu berada di luar desa binaan perusahaan tersebut, mereka tetap membantu memperbaiki jalan dan jembatan," jelas Agus.

Target Rampung Agustus, Penyalaan Menyusul

Saat ini, pemasangan tiang dan penarikan kabel telah mencapai Desa Lunuk Bagantung. Proses pengangkutan tiang menuju Tumbang Tawan dan Tumbang Seluang masih berlangsung seiring perbaikan akses jalan oleh PT ABP.

"Target selesai sampai akhir Agustus untuk pemasangan tiangnya. Kalau penyalaan perdana sifatnya situasional dan akan kami koordinasikan dengan pemerintah daerah setelah seluruh jaringan dan instalasi rumah warga selesai," tambah Agus.

Selama Ini Andalkan Genset, Warga Sambut Antusias

Kecamatan Bukit Santuai memiliki 14 desa. Empat desa lainnya, yakni Tumbang Tilap, Tumbang Kaminting, Tanah Haluan, dan Tumbang Penyahuan, telah lebih dulu menikmati listrik PLN. Sebelum program lisdes berjalan, masyarakat di desa-desa yang belum berlistrik mengandalkan pembangkit tenaga surya dan genset.

"Kalau ada kegiatan di sekolah ataupun pelayanan kesehatan, selama ini menggunakan genset. Tentu biaya operasional menjadi lebih besar karena membutuhkan bahan bakar dan kapasitas dayanya juga terbatas," kata Agus.

Kehadiran listrik PLN diyakini akan meningkatkan kualitas pelayanan publik, akses informasi, dan membuka peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bukit Santuai. Target "Santuai Terang 2026" pun diharapkan segera terwujud.

Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks