SAMPIT — Enam desa di Kecamatan Bukit Santuai, Kotawaringin Timur, kini telah menikmati pemasangan tiang dan jaringan listrik dari program listrik desa (lisdes) PLN. Camat Agus Saptono menyebutkan, dari total 10 desa yang mendapat kuota tahun ini, separuh lebih sudah rampung dikerjakan.
“Enam desa sudah selesai pemasangan tiang dan jaringan. Sisanya empat desa ditargetkan selesai Agustus nanti,” ujar Agus di Sampit, Selasa.
Desa Mana Saja yang Sudah Terang?
Keenam desa yang telah tersambung jaringan adalah Tumbang Batu, Tumbang Sepia, Tewai Hara, Tumbang Payang, Tumbang Kenia, dan Tumbang Getas. Dari jumlah itu, Desa Tumbang Batu menjadi yang paling maju—seluruh instalasi rumah warga sudah terpasang sempurna.
Sementara itu, empat desa lainnya masih dalam tahap pembangunan. Dua di antaranya, Tumbang Torung dan Lunuk Bagantung, tiang dan kabel sudah terpasang. Dua desa paling ujung, Tumbang Tawan dan Tumbang Seluang, masih dalam proses pengangkutan tiang.
Jalan Rusak Jadi Hambatan, Perusahaan Sawit Turun Tangan
Tantangan terbesar ada di Tumbang Tawan dan Tumbang Seluang. Akses jalan menuju kedua desa itu rusak parah setelah PT Berkat Cahaya Timber (BCT) berhenti beroperasi tiga tahun lalu. Jalan yang dulunya mulus untuk logistik kayu kini tak layak dilalui truk pengangkut tiang listrik.
Solusi datang dari perusahaan perkebunan sawit PT Agro Bimantara Plantation (ABP). Melalui program CSR, perusahaan itu memperbaiki sejumlah ruas jalan dan jembatan meski kedua desa tersebut bukan desa binaan mereka.
“Kami dibantu oleh Bupati melalui surat permohonan kepada PT ABP. Mereka tetap membantu memperbaiki jalan dan jembatan demi mendukung agar seluruh desa di Bukit Santuai mendapat listrik tahun ini,” jelas Agus.
Apa Arti Listrik bagi Warga?
Sebelum program ini, warga di desa-desa terpencil mengandalkan pembangkit tenaga surya dan genset. Biaya operasionalnya mahal karena perlu bahan bakar, sementara kapasitas dayanya terbatas. Kegiatan sekolah dan pelayanan kesehatan pun sering terkendala.
“Kalau ada kegiatan di sekolah ataupun pelayanan kesehatan, selama ini menggunakan genset. Tentu biaya operasional menjadi lebih besar,” kata Agus.
Dengan masuknya listrik PLN, warga berharap kualitas pendidikan dan kesehatan meningkat. Peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga terbuka lebar. “Masyarakat sangat berharap listrik ini segera masuk ke desa,” tambahnya.
Kecamatan Bukit Santuai memiliki 14 desa. Empat desa lainnya—Tumbang Tilap, Tumbang Kaminting, Tanah Haluan, dan Tumbang Penyahuan—sudah lebih dulu menikmati listrik PLN. Target penyalaan perdana akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setelah seluruh instalasi rumah warga selesai.