Pencarian

Tambang Emas Pani Mulai Jual Emas, Rugi Bersih EMAS Justru Membengkak 18,67%

Senin, 29 Juni 2026 • 19:20:01 WIB
Tambang Emas Pani Mulai Jual Emas, Rugi Bersih EMAS Justru Membengkak 18,67%
PT Merdeka Gold Resources mulai menjual emas dari Tambang Emas Pani pada kuartal pertama 2026.

KALIMANTAN TENGAHPT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan sejarah baru pada kuartal pertama 2026. Untuk pertama kalinya, perusahaan yang mengelola Tambang Emas Pani ini mengantongi pendapatan dari penjualan emas, setelah berhasil melakukan first gold pour pada Februari dan penjualan perdana pada Maret.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, EMAS membukukan pendapatan sebesar USD2,64 juta. Dari angka tersebut, perusahaan mencatat laba bruto sekitar USD460 ribu setelah dikurangi beban pokok penjualan sebesar USD2,18 juta. Secara operasional, ini adalah kemajuan signifikan karena sebelumnya EMAS belum memiliki pendapatan sama sekali.

Sayangnya, perbaikan di sisi operasional belum mampu menahan laju kerugian. Rugi bersih EMAS justru membengkak 18,67% menjadi USD10,93 juta, dibandingkan rugi bersih USD9,21 juta pada kuartal I-2025. Akumulasi defisit perusahaan pun terus bertambah menjadi USD72,43 juta per akhir Maret 2026.

Mengapa Rugi Membengkak di Tengah Produksi Baru?

Presiden Direktur EMAS Boyke P. Abidin menjelaskan, kondisi ini adalah hal yang wajar bagi tambang yang baru memasuki tahap awal produksi. Selama kuartal pertama, Tambang Emas Pani baru memproduksi 1.818 ons emas dan 3.500 ons perak, sementara volume penjualan emas baru mencapai 516 ons.

Dengan volume produksi yang masih terbatas, sebagian besar biaya operasional dan pengembangan masih harus ditanggung oleh jumlah produksi yang relatif kecil. Hal ini membuat indikator biaya produksi masih tinggi.

Meski harga jual emas rata-rata mencapai USD5.123 per ons dengan biaya tunai sekitar USD969 per ons (di luar royalti), tantangan utama justru terlihat pada All-in Sustaining Cost (AISC) yang masih sangat tinggi, mencapai USD4.463 per ons di luar royalti. Artinya, biaya total untuk memproduksi setiap ons emas masih nyaris menyamai harga jualnya.

Target Produksi dan Prospek ke Depan

Manajemen optimistis biaya per unit akan menurun seiring meningkatnya volume produksi. Perusahaan menargetkan produksi emas mencapai 100.000 hingga 115.000 ons sepanjang 2026, sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang telah disetujui pemerintah.

Jika produksi berjalan normal, EMAS memproyeksikan biaya tunai turun ke kisaran USD900–1.100 per ons dan AISC turun drastis ke USD1.300–1.450 per ons di luar royalti dan kredit perak.

Selain itu, EMAS juga mengumumkan estimasi sumber daya mineral perdana Prospek Kolokoa sebesar 445 ribu ons emas. Dengan temuan ini, total inventaris sumber daya Tambang Emas Pani meningkat dari 7 juta ons menjadi sekitar 7,4 juta ons emas. Perusahaan juga memperluas akses pendanaan global melalui pencatatan sekunder di Hong Kong Stock Exchange (HKEX) dalam bentuk Hong Kong Depositary Receipts (HDR) berkode 6228 pada 26 Juni 2026.

Saham Tertekan, Investor Asing Jual Besar-besaran

Di pasar saham, sentimen terhadap EMAS masih cenderung negatif. Pada perdagangan Senin (29/6), saham EMAS ditutup di level Rp6.000, turun 2,04%. Dalam sepekan terakhir, volatilitas saham cukup tinggi—sempat mencapai Rp7.050 pada 25 Juni sebelum terkoreksi tajam 13,12% ke Rp6.125 sehari kemudian.

Tekanan jual investor asing juga terlihat signifikan. Pada 26 Juni, asing mencatat net sell sekitar Rp152,82 miliar, dengan nilai penjualan mencapai Rp178,56 miliar berbanding pembelian hanya Rp25,74 miliar. Sejak 22 Juni, asing konsisten melepas saham EMAS setiap hari.

EMAS kini berada di persimpangan: pendapatan mulai mengalir, tetapi beban produksi dan pengembangan masih membebani neraca. Kunci perbaikan ada pada kemampuan perusahaan mengejar target produksi tahun ini, yang akan menentukan apakah kerugian bisa ditekan dan kepercayaan pasar bisa kembali pulih.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks