KALIMANTAN TENGAH — Kecelakaan beruntun itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Pol. Gefri Agitia, menyatakan satu korban meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka berdasarkan informasi awal. Namun, keterangan saksi mata di lokasi menyebut jumlah korban luka mencapai tujuh orang.
Dugaan Rem Blong dan Kronologi Tabrakan Beruntun
Kanit Laka Lantas Polsek Rawalumbu, Iptu Asep Triana, mengonfirmasi kecelakaan melibatkan satu truk boks dan lima unit sepeda motor. "Dugaan sementara, terkait kendaraannya tidak siap beroperasi (rem blong)," ujar Gefri Agitia kepada wartawan di Bekasi, Senin.
Saksi mata, Bayu Sukma Nugraha (24), menuturkan truk melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jakarta saat lampu lalu lintas di simpang Unisma masih berwarna merah. "Kelihatan dari jauh kecepatannya tinggi. Lampu merah juga masih merah, belum waktunya jalan. Langsung nabrak motor-motor yang lagi berhenti di lampu merah," katanya.
Belasan Motor Terdampak, Korban Terseret Truk
Benturan tidak hanya menghantam kendaraan yang berhenti di lampu merah. Truk juga menabrak kendaraan dari arah Tol Timur menuju SMPN 2 Kota Bekasi yang tengah melintas di persimpangan. Bayu memperkirakan sedikitnya enam sepeda motor dari satu arah dan delapan motor dari arah lain ikut terdampak. "Kalau ditotal mungkin ada belasan motor yang kena," ujarnya.
Menurut Bayu, satu orang pengemudi ojek daring dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Beberapa sepeda motor beserta korban sempat terseret truk sebelum kendaraan itu akhirnya berhenti di median jalan yang berlokasi tidak jauh dari lokasi tabrakan. "Yang saya tahu baru satu orang meninggal, pengemudi ojol. Yang luka-luka sekitar tujuh orang," ucap Bayu.
Olah TKP dan Penyelidikan Penyebab Kecelakaan
Petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi Kota masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan lebih lanjut. Pemeriksaan teknis terhadap truk wing box akan dilakukan untuk memastikan penyebab utama kecelakaan, termasuk dugaan rem blong yang disebut sebagai faktor awal oleh kepolisian.
Kecelakaan di simpang padat lalu lintas ini kembali menyoroti pentingnya uji kelayakan kendaraan angkutan barang, terutama di jalur-jalur utama Kota Bekasi yang kerap menjadi lintasan truk menuju terminal dan kawasan industri.