PALANGKA RAYA — Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, secara resmi melantik pejabat baru di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya pada Rabu (03/06/2026). Pelantikan ini disebut menjadi momentum untuk mengakselerasi pembangunan dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
ASN Diminta Jadi Motor Penggerak Pembangunan
Dalam sambutannya, Achmad Zaini menekankan bahwa aparatur sipil negara (ASN) harus menjadi motor penggerak percepatan pembangunan. Ia juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di kota tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Palangka Raya, saya mengucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu yang baru saja diangkat dan dilantik dalam jabatan yang baru. Semoga pelantikan ini berdampak positif terhadap kinerja perangkat daerah dan menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Kota Palangka Raya,” ujarnya.
Proses Seleksi Sesuai Aturan BKN
Wakil wali kota menjelaskan, seluruh pejabat yang dilantik telah melalui proses yang sesuai dengan ketentuan. Prosedur tersebut termasuk rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pelantikan ini juga bertujuan untuk mengonsolidasikan potensi sumber daya aparatur. Dengan begitu, target pembangunan daerah, khususnya akselerasi PAD, dapat tercapai lebih optimal.
Instruksi untuk Pejabat Baru: Adaptasi dan Eksekusi
Zaini mengingatkan para pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja barunya. Ia meminta mereka langsung mengeksekusi program kerja yang telah direncanakan.
“Di tengah kondisi saat ini, kita dituntut untuk fokus pada program-program prioritas dan strategis yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Palangka Raya. Tingkatkan motivasi, semangat kerja, serta bangun kolaborasi yang kuat dengan seluruh unsur di perangkat daerah,” tambahnya.
Inovasi Jadi Kunci Reformasi Birokrasi
Wakil wali kota juga mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri. Menurutnya, inovasi menjadi kunci utama dalam menjalankan reformasi birokrasi serta meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan harus terus diperkuat agar berbagai target pembangunan dapat tercapai secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Zaini.