PANGKALAN BUN — Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sri Lestari, mendorong pemerintah daerah memprioritaskan perbaikan jalan. Dorongan ini disampaikan dalam forum resmi DPRD, sebagai respons atas keluhan warga yang terus mengalir terkait kondisi infrastruktur dasar.
Mengapa Perbaikan Jalan Mendesak untuk Diprioritaskan?
Menurut Sri Lestari, kondisi jalan yang rusak parah tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada roda perekonomian daerah. “Jalan rusak menyebabkan biaya logistik membengkak, hasil panen petani terlambat sampai, dan akses ke fasilitas kesehatan menjadi sulit,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak titik jalan di Kobar yang sudah dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera. Ruas-ruas tersebut menjadi penghubung utama antar kecamatan dan sentra ekonomi, seperti jalur menuju kawasan perkebunan sawit dan sentra perikanan.
Proses: Bagaimana Anggaran Akan Dialokasikan?
Wakil Ketua DPRD tersebut menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal ketat usulan ini hingga masuk dalam dokumen perencanaan daerah. “Kami akan memastikan usulan perbaikan jalan ini menjadi prioritas utama dalam pembahasan APBD, baik di perubahan tahun ini maupun di APBD induk tahun 2026,” tegas Sri Lestari.
Ia menjelaskan, DPRD akan meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat untuk segera melakukan pemetaan dan pengkajian teknis. Data ini akan menjadi dasar untuk menentukan skala prioritas dan besaran anggaran yang dibutuhkan.
Apa Langkah Selanjutnya dari Pemerintah Daerah?
Dorongan dari legislatif ini kini menjadi catatan penting bagi eksekutif. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat diharapkan segera menyusun rencana teknis dan mengalokasikan anggaran yang memadai. Jika tidak ada kendala, proyek perbaikan jalan di sejumlah titik krusial sudah bisa mulai dikerjakan pada awal tahun anggaran mendatang.
Masyarakat pun diimbau untuk terus berpartisipasi mengawasi pelaksanaan proyek. “Jangan ragu melapor jika ada pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkas Sri Lestari.