PALANGKA RAYA — Aspirasi soal infrastruktur dasar kembali memenuhi meja DPRD Kota Palangka Raya. Wakil Ketua Komisi II DPRD setempat, Syaufwan Hadi, mengungkapkan bahwa warga masih kerap menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan, durasi lampu lalu lintas, hingga penerangan di lingkungan permukiman.
Menurut Syaufwan, kerusakan di sejumlah ruas jalan tak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Jalan Rusak dan Durasi Traffic Light yang Membuat Macet
“Keluhan terkait kondisi jalan masih cukup banyak kami terima. Warga berharap ada percepatan perbaikan agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih aman dan nyaman,” ujar Syaufwan, Rabu (3/6).
Selain jalan rusak, pengaturan durasi lampu lalu lintas di beberapa persimpangan menjadi sorotan. Warga menilai waktu yang diberikan belum sesuai dengan volume kendaraan, terutama saat jam sibuk. Akibatnya, antrean panjang kerap terjadi dan memicu kemacetan di titik-titik tertentu.
Penerangan Jalan Umum: Masalah Keamanan di Kawasan Permukiman
Minimnya penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi perhatian serius. Warga di kawasan permukiman dan jalan lingkungan mengeluhkan kondisi yang gelap pada malam hari.
Syaufwan menekankan bahwa kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berdampak pada aspek keamanan lingkungan. “Masalah infrastruktur seperti jalan rusak, pengaturan traffic light, serta kebutuhan perbaikan penerangan jalan umum masih menjadi aspirasi yang cukup sering disampaikan masyarakat,” katanya.
Apa Langkah Selanjutnya dari Pemkot Palangka Raya?
Politisi itu berharap seluruh masukan dari masyarakat bisa menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah. Ia mendorong agar Pemkot Palangka Raya segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan.
“Pemerintah daerah perlu memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini agar masyarakat dapat merasakan pelayanan infrastruktur yang lebih baik, aman, dan nyaman,” pungkas Syaufwan.