PALANGKA RAYA — Prosesi peletakan batu pertama menandai dimulainya konstruksi Gedung Terpadu RS Bhayangkara Palangka Raya. Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan secara langsung memimpin seremoni yang menjadi tonggak awal pembangunan fasilitas kesehatan ini.
Gedung baru ini direncanakan menjadi pusat pelayanan medis yang lebih komprehensif. Rumah sakit yang berada di bawah naungan Polri ini selama ini melayani tidak hanya anggota kepolisian, tetapi juga warga sipil yang membutuhkan perawatan.
Fasilitas Kesehatan untuk Personel dan Masyarakat Umum
RS Bhayangkara Palangka Raya merupakan salah satu rumah sakit rujukan di Kalimantan Tengah. Dengan adanya gedung terpadu, kapasitas dan kualitas layanan diharapkan meningkat signifikan.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam meningkatkan kesejahteraan personel melalui akses kesehatan yang lebih baik. Warga sekitar juga diuntungkan karena rumah sakit ini kerap menjadi alternatif selain RSUD Doris Sylvanus.
Apa Saja yang Akan Dibangun di Gedung Baru?
Meski detail spesifikasi bangunan belum dirilis secara resmi, gedung terpadu umumnya mencakup ruang rawat inap tambahan, poliklinik, dan fasilitas penunjang medis. Kehadirannya diharapkan mengurai kepadatan pasien di gedung utama yang sudah ada.
Proses pembangunan akan berlangsung secara bertahap. Kapolda Kalteng meminta agar pengerjaan dilakukan sesuai standar dan tepat waktu.
Peletakan Batu Pertama sebagai Simbol Komitmen
Upacara groundbreaking ini dihadiri jajaran pejabat utama Polda Kalteng dan pengelola RS Bhayangkara. Irjen Pol Iwan Kurniawan dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pihak rumah sakit dan kontraktor.
“Peletakan batu pertama ini bukan sekadar seremoni, tapi komitmen kita bersama untuk menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik,” ujar Kapolda Kalteng.
Setelah prosesi, proyek konstruksi akan segera memasuki tahap pengerjaan fisik. Masyarakat Palangka Raya menantikan rampungnya gedung ini yang diproyeksikan selesai dalam beberapa waktu ke depan.