PALANGKA RAYA — Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Kalimantan Tengah, Elisa Agustino, mengonfirmasi bahwa 27 SPPG yang sebelumnya tidak beroperasi kini dalam tahap persiapan untuk kembali melayani masyarakat. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai beroperasional lagi, meski ia enggan merinci jumlah dan lokasi pastinya.
"Masih dalam tahap persiapan dan beberapa sudah ada yang beroperasional kembali," ujar Elisa kepada Tabengan, Senin (18/5/2026).
Palangka Raya Paling Banyak Penerima, Sukamara Paling Rendah
Berdasarkan data rekapitulasi terbaru BGN Kalteng, jumlah penerima MBG aktual mencapai 226.705 jiwa. Angka ini ditopang oleh 102 SPPG dan 2.576 kelompok pemangku kepentingan di seluruh wilayah Bumi Tambun Bungai.
Kota Palangka Raya menduduki posisi tertinggi dengan 73.883 penerima, disalurkan melalui 29 SPPG dan 658 kelompok. Kepadatan penduduk dan banyaknya institusi pendidikan menjadi penyebab tingginya angka di ibu kota provinsi tersebut.
Di posisi kedua, Kabupaten Kapuas mencatat 32.131 penerima dari 13 SPPG, disusul Kabupaten Kotawaringin Barat dengan 22.026 penerima dari 13 SPPG. Sebaliknya, Kabupaten Sukamara menjadi daerah dengan penerima paling sedikit, hanya 967 jiwa yang dilayani oleh satu SPPG dan sembilan kelompok koordinasi. Dua daerah lain dengan angka rendah adalah Murung Raya (2.293 penerima) dan Lamandau (4.427 penerima).
Fokus 2026: Stabilitas Penyaluran dan Rantai Pasok Lokal
Memasuki pertengahan 2026, BGN Regional Kalteng memprioritaskan stabilitas dan keakuratan penyaluran logistik makanan bergizi. Elisa menegaskan, target mutlak sebanyak 226.705 penerima harus tetap tersentuh, sembari memperkuat kolaborasi bersama rantai pasok lokal.
Hingga saat ini, program MBG di Kalteng didukung oleh 869 pemasok bahan baku, terdiri dari 463 UMKM, 17 koperasi, dan ratusan mitra strategis lainnya. Kelancaran operasional SPPG menjadi krusial untuk menyokong target masif tersebut.
"Fokus utama pada tahun 2026 ini adalah mempertahankan stabilitas dan memastikan keakuratan penyaluran logistik makanan bergizi gratis," kata Elisa.
Dengan kembalinya 27 SPPG yang sempat tutup, BGN Kalteng optimistis dapat menjaga kontinuitas layanan gizi bagi warga, terutama anak-anak sekolah dan kelompok rentan di seluruh kabupaten/kota.