Pencarian

Harga Beras dan Transportasi Picu Inflasi Kalteng 0,41 Persen April 2026

Selasa, 05 Mei 2026 • 13:57:01 WIB
Harga Beras dan Transportasi Picu Inflasi Kalteng 0,41 Persen April 2026
Harga beras dan biaya transportasi menjadi pendorong utama inflasi 0,41 persen di Kalimantan Tengah pada April 2026.

PALANGKA RAYA — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,41 persen pada April 2026 terhadap Maret 2026. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi kontributor utama dengan andil inflasi mencapai 0,15 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, M. Taufiqurrahman, mengungkapkan kenaikan harga beras menjadi faktor krusial di balik angka inflasi tersebut. Kondisi ini dipicu oleh situasi lapangan di mana sebagian besar wilayah sentra produksi belum memasuki masa panen raya.

Stok Terbatas Picu Kenaikan Harga Beras Lokal dan Jawa

Keterbatasan stok di pasar membuat harga komoditas pokok ini merangkak naik. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada beras kualitas lokal, tetapi juga merembet pada pasokan yang didatangkan dari luar daerah.

“Harga beras mengalami kenaikan dikarenakan belum memasuki masa panen terutama kualitas lokal sehingga stoknya terbatas. Selain itu, harga beras dari Jawa juga mengalami kenaikan,” jelas M. Taufiqurrahman saat memaparkan rilis statistik di Kantor BPS Kalteng, Senin (4/5/2026).

BPS mencatat bahwa tekanan harga pada kelompok pangan ini menjadi perhatian serius karena dampaknya yang langsung menyentuh daya beli masyarakat luas di Bumi Tambun Bungai.

Dampak Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi dan Tiket Pesawat

Sektor transportasi menyumbang andil inflasi yang signifikan sebesar 0,10 persen. Kenaikan ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni penyesuaian tarif angkutan udara dan fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) di tingkat pengecer.

Tercatat per 18 April 2026, Pertamina melakukan penyesuaian harga pada sejumlah produk BBM non-subsidi. Beberapa produk yang mengalami perubahan harga meliputi:

  • Pertamax Turbo
  • Dexlite
  • Pertamina Dex

Kenaikan harga produk tersebut berdampak langsung pada biaya operasional angkutan serta rantai logistik di Kalimantan Tengah. Kondisi ini memperkuat tekanan inflasi dari sisi non-pangan selama periode April.

Harga Daging Ayam dan Cabai Rawit Mulai Melandai

Meskipun tekanan dari harga beras dan BBM cukup kuat, laju inflasi berhasil diredam oleh penurunan harga pada beberapa komoditas lainnya. Daging ayam ras dan cabai rawit mengalami koreksi harga setelah melewati puncak permintaan pada momen Ramadan dan Idulfitri.

“Harga daging ayam ras cenderung kembali ke harga normal setelah naik tinggi pada momen Ramadan dan Idulfitri. Demikian juga harga cabai rawit yang kembali ke harga normal sebelum lebaran,” tambah Taufiqurrahman.

Secara tahunan (year-on-year), Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 3,66 persen jika dibandingkan dengan April 2025. Dalam cakupan tahunan, emas perhiasan menjadi komoditas dengan andil inflasi tertinggi yakni 0,64 persen, disusul oleh beras dengan andil 0,50 persen.

BPS juga menyoroti faktor geopolitik global yang memberikan pengaruh tidak langsung terhadap kenaikan biaya produksi. Hal ini berdampak pada harga komoditas berbasis minyak nabati maupun plastik di daerah. Hingga saat ini, inflasi tahun kalender (Januari-April 2026) di Kalimantan Tengah berada pada angka 1,81 persen.

Hasil pemantauan pada empat kabupaten/kota yang menjadi acuan menunjukkan tren serupa. Seluruh wilayah tersebut tercatat mengalami inflasi, baik secara bulanan maupun tahunan pada penutupan April 2026.

Bagikan
Sumber: balanganews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks