PALANGKARAYA — Kenaikan harga terjadi di hampir semua kabupaten/kota pemantauan. Dari empat wilayah yang diukur BPS, tiga di antaranya mencatat inflasi bulanan, sementara Kabupaten Kapuas justru mengalami deflasi. Namun secara tahunan, seluruh daerah amatan mencatat inflasi dengan angka gabungan mencapai 4,56 persen.
Transportasi dan Beras: Dua Sektor yang Paling Memberatkan
Maria menjelaskan bahwa kelompok transportasi memberikan andil paling besar terhadap inflasi bulanan, yakni 0,17 persen. Sementara itu, beras sebagai bahan pokok utama rumah tangga menyumbang 0,08 persen terhadap inflasi month-to-month.
"Komoditas utama penyumbang inflasi month-to-month antara lain beras sebesar 0,08 persen, solar dan bahan bakar rumah tangga masing-masing 0,07 persen, serta minyak goreng dan angkutan udara masing-masing 0,04 persen," ujar Maria saat menyampaikan rilis BPS, Selasa (2/6/2026).
Mengapa Harga Terus Naik? Tiga Faktor Pemicu dari BPS
BPS mencatat tiga faktor utama yang memicu gejolak harga pada Mei lalu. Pertama, meningkatnya aktivitas masyarakat saat perayaan hari besar keagamaan yang mendorong permintaan barang dan jasa. Kedua, dampak ketegangan geopolitik global yang mengganggu distribusi dan harga energi, termasuk solar dan bahan bakar rumah tangga. Ketiga, pasokan beras lokal yang terbatas karena sebagian wilayah belum memasuki masa panen.
"Fenomena yang mempengaruhi inflasi Mei 2026 antara lain adanya berbagai hari besar keagamaan, ketegangan geopolitik, serta terbatasnya stok beras lokal karena belum memasuki masa panen," jelas Maria.
Inflasi Tahunan Tembus 4,56 Persen, Makanan Jadi Kontributor Terbesar
Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil mencapai 2,69 persen. Komoditas yang paling menonjol adalah beras dan emas perhiasan, masing-masing menyumbang 0,59 persen. Disusul ikan nila sebesar 0,23 persen, minyak goreng 0,15 persen, serta sigaret kretek mesin 0,14 persen.
Inflasi tahun kalender (year-to-date) hingga Mei 2026 tercatat sebesar 2,15 persen. Angka ini menunjukkan tren kenaikan harga yang konsisten sejak awal tahun.
Apa Dampaknya bagi Warga Kalteng?
Kenaikan harga di dua sektor strategis—pangan dan transportasi—berpotensi langsung menggerus daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. BPS mengingatkan bahwa jika tren kenaikan harga berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, beban pengeluaran rumah tangga akan semakin berat.
Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat apabila tren kenaikan harga berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, pungkas Maria.