PANGKALAN BUN — Sekretaris Disperindagkop UKM Kobar, M Suhendra, mengungkapkan bahwa program Pasar Inflasi mendapat respons positif dari masyarakat karena mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok. “Respon positif itu juga sejalan dengan efektivitas dalam pengendalian inflasi daerah,” ujarnya di Pangkalan Bun, kemarin.
Program ini tidak sekadar menyediakan sembako murah. Menurut Suhendra, Pasar Inflasi juga menjadi alat ukur daya beli warga dan memberikan rasa aman dari gejolak kenaikan harga.
Antisipasi Dampak Konflik Global
Pemkab Kobar mengaitkan urgensi program ini dengan situasi geopolitik di Timur Tengah yang tidak menentu. Suhendra menyebut ketidakstabilan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dunia bisa menjadi pemicu utama kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Melalui Inovasi ini juga sebagai antisipasi kita untuk menghadapi potensi naiknya harga barang, terutama bahan pokok,” katanya. Ia menambahkan, pasar ini berfungsi sebagai pasar penyeimbang non-subsidi dalam rangka pengendalian inflasi di Kabupaten Kobar.
Komoditas yang Tersedia
Pasar Inflasi menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Berikut daftar barang yang dijual:
- Beras medium dan premium
- Minyakita
- Gula pasir
- Telur ayam ras
- Bawang putih dan bawang merah
- Cabai rawit merah dan daun bawang
- Gas elpiji nonsubsidi 5,5 kilogram dan 12 kilogram
Disperindagkop UKM Kobar berkomitmen menjaga kontinuitas dan kualitas program ini agar manfaatnya dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
Harapan Warga: Sosialisasi Lebih Masif
Irwan, seorang warga yang berbelanja di Pasar Inflasi, mengaku baru mengetahui keberadaan pasar tersebut saat melintas. “Kehadiran pasar Inflasi ini sangat membantu kami, khususnya kepala rumah tangga di tengah perekonomian kita saat ini sedang sulit,” katanya.
Ia berharap sosialisasi program ini lebih gencar dilakukan agar menjangkau warga yang belum tahu. “Salut dengan Pemkab Kobar, yang bersinergi dengan Bulog dan Pertamina, semoga pelaksanaan pasar Inflasi ini dapat berjalan lancar dan sukses,” ucap Irwan.
Warga lainnya juga berharap pelaksanaan pasar inflasi dapat lebih sering digelar dan menjangkau daerah-daerah yang agak jauh dari pusat kota.