Pencarian

Karhutla di Kalteng Capai 2.915 Hektare hingga Juli 2026, Status Siaga Darurat Diperpanjang hingga 31 Oktober

Jumat, 10 Juli 2026 • 15:17:01 WIB
Karhutla di Kalteng Capai 2.915 Hektare hingga Juli 2026, Status Siaga Darurat Diperpanjang hingga 31 Oktober
Tim gabungan melakukan pemadaman karhutla di kawasan lahan gambut Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.

PALANGKA RAYA — Ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah memasuki fase kritis di puncak musim kemarau. Berdasarkan data Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) Karhutla per 9 Juli 2026, tercatat 353 kejadian karhutla di seluruh provinsi.

Luas lahan yang terbakar berdasarkan laporan pemerintah kabupaten dan kota mencapai 527,30 hektare. Namun, analisis citra satelit menunjukkan angka yang jauh lebih besar, yakni 2.915,11 hektare.

Daerah dengan Karhutla Terparah

Kota Palangka Raya mencatatkan jumlah kejadian terbanyak dengan 153 kasus. Disusul Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 57 kejadian dan Kabupaten Barito Utara sebanyak 45 kejadian.

Dari segi luasan lahan terbakar, Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi yang terparah dengan 133,2 hektare. Posisi kedua ditempati Kabupaten Sukamara seluas 124,4 hektare, dan Kota Palangka Raya dengan 81,56 hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan data ini menunjukkan kompleksitas penanganan karhutla.

"Luasan kebakaran tidak selalu sebanding dengan jumlah kejadian. Ada daerah dengan jumlah kejadian sedikit tetapi luas lahan terbakar cukup besar sehingga penanganannya membutuhkan perhatian khusus," ujar Toyib, Jumat (10/7/2026).

Hotspot Terbanyak di Katingan

Untuk indikator deteksi dini, Kabupaten Katingan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak mencapai 305 titik. Kabupaten Kapuas berada di posisi kedua dengan 272 hotspot, disusul Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 271 hotspot.

"Hotspot menjadi salah satu indikator penting untuk melakukan deteksi dini. Oleh karena itu, kami terus melakukan pemantauan secara intensif melalui patroli udara dan sistem pemantauan satelit," jelas Toyib.

Pemadaman di Lahan Gambut Tumbang Nusa

Salah satu fokus penanganan saat ini berada di wilayah Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Tim gabungan dari BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Manggala Agni, BPBD, Dinas Kehutanan, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dikerahkan.

"Pemadaman di Tumbang Nusa masih terus dilakukan secara terpadu. Seluruh personel gabungan dikerahkan untuk mencegah api meluas, terutama di kawasan lahan gambut yang cukup sulit dipadamkan," kata Toyib.

Upaya Mitigasi dan Imbauan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama BNPB telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 15-30 Juni 2026. Operasi water bombing juga disiagakan apabila kebakaran semakin meluas.

Status siaga darurat yang diperpanjang sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026 menjadi dasar koordinasi dan pengerahan personel. Status ini telah ditetapkan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas, dan Kota Palangka Raya.

Toyib mengingatkan bahwa keberhasilan menekan karhutla memerlukan dukungan masyarakat. "Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan merupakan langkah paling efektif agar target mewujudkan Kalimantan Tengah bebas kabut asap pada tahun 2026 dapat tercapai," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks