Pencarian

PTPN Catat Laba Rp6,39 Triliun, Sektor Perkebunan Jadi Mesin Baru BUMN

Rabu, 08 Juli 2026 • 14:13:32 WIB
PTPN Catat Laba Rp6,39 Triliun, Sektor Perkebunan Jadi Mesin Baru BUMN
PTPN Group mencatat laba Rp6,39 triliun sebagai hasil pembenahan tata kelola dan efisiensi operasional.

KALIMANTAN TENGAH — Laporan kinerja yang dipublikasikan menunjukkan lompatan laba PTPN Group tidak terjadi di ruang hampa. Pengamat agroindustri dan analis kebijakan publik Universitas Andalas Muhammad Makky menilai angka tersebut merupakan buah dari pembenahan tata kelola, efisiensi operasional, integrasi bisnis, dan optimalisasi aset yang dijalankan secara konsisten.

"Keberhasilan sejumlah BUMN membukukan pertumbuhan laba menunjukkan transformasi yang dijalankan pemerintah mulai menghasilkan fondasi bisnis yang semakin sehat," ujar Makky di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, peningkatan laba PTPN Group menjadi sinyal penting bahwa sektor perkebunan kini mampu tampil sebagai pilar baru penggerak ekonomi nasional. Capaian itu bukan sekadar profitabilitas perusahaan, melainkan cermin keberhasilan restrukturisasi yang berjalan sejak beberapa tahun terakhir.

Perbankan, Energi, dan Telekomunikasi Tetap Tumbuh

Di luar sektor perkebunan, sejumlah BUMN strategis di bawah pengelolaan Danantara Indonesia juga mencatatkan laba signifikan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba sekitar Rp60,6 triliun, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat Rp55,8 triliun.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba Rp23,6 triliun, PT Pertamina (Persero) sekitar USD3,13 miliar, dan MIND ID mencatat laba sekitar Rp40 triliun. Sektor pendukung ketahanan pangan seperti Pupuk Indonesia juga tumbuh dengan laba Rp4,8 triliun, naik Rp3,2 triliun dari periode sebelumnya.

Hilirisasi dan Ketahanan Energi Jadi Pekerjaan Rumah

Makky menambahkan, peran PTPN Group ke depan akan semakin strategis seiring penguatan agenda hilirisasi pemerintah. Sebagai pengelola komoditas utama seperti kelapa sawit, tebu, karet, kopi, hingga teh, perseroan berada di posisi kunci dalam membangun industri berbasis nilai tambah.

"Transformasi PTPN menjadi sangat relevan dengan arah pembangunan nasional. Pemerintah saat ini mendorong hilirisasi sebagai strategi meningkatkan daya saing industri sekaligus menciptakan nilai tambah di dalam negeri," katanya.

Ia juga menilai penguatan sektor perkebunan akan semakin krusial dalam mendukung program ketahanan energi nasional. Kebijakan pemerintah memperluas pemanfaatan biodiesel B50 serta pengembangan bioetanol membutuhkan pasokan bahan baku berkelanjutan.

"Ketahanan energi tidak hanya berbicara mengenai kilang atau distribusi energi, tetapi juga mengenai kesiapan sektor hulu," jelas Makky.

Ia berharap momentum positif ini terus dijaga melalui konsistensi transformasi, penguatan tata kelola, percepatan hilirisasi, serta sinergi dengan Danantara Indonesia agar kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional semakin besar dan posisi Indonesia sebagai kekuatan agroindustri dunia semakin kokoh.

Bagikan
Sumber: rctiplus.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks