Pencarian

Standar Bensin Baru di Amerika Ubah Cara Uji Emisi dan Konsumsi BBM, Ini Dampaknya ke Data MPG

Kamis, 02 Juli 2026 • 14:29:01 WIB
Standar Bensin Baru di Amerika Ubah Cara Uji Emisi dan Konsumsi BBM, Ini Dampaknya ke Data MPG
EPA Amerika Serikat terapkan standar bensin baru dengan sulfur rendah dan 10 persen etanol mulai 2020.

KALIMANTAN TENGAH — Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) resmi menerapkan standar bahan bakar baru untuk pengujian emisi dan konsumsi BBM mulai tahun 2020. Langkah ini, yang jarang dibahas di publik, menggunakan bensin dengan kandungan sulfur yang dikurangi secara signifikan dan dicampur 10 persen etanol. Dampaknya langsung terlihat pada perubahan hasil pengujian MPG kendaraan.

Bensin Rendah Sulfur dan Etanol 10 Persen Jadi Standar Baru

Sebelum 2020, EPA menggunakan bensin uji dengan spesifikasi yang berbeda. Standar baru ini mensyaratkan kadar sulfur yang lebih rendah untuk mengurangi emisi gas buang, terutama pada sistem pembuangan yang lebih modern. Penambahan 10 persen etanol juga dimaksudkan untuk menekan emisi karbon.

Perubahan komposisi bahan bakar ini, meskipun bertujuan baik untuk lingkungan, mengubah karakteristik pembakaran mesin. Akibatnya, hasil pengukuran konsumsi bahan bakar yang diperoleh dari prosedur uji baru tidak identik dengan hasil dari prosedur lama. Data MPG dari kendaraan yang diuji dengan standar 2020 ke atas cenderung menunjukkan angka yang berbeda, meskipun kendaraannya sama.

Angka MPG Baru Tak Bisa Dibandingkan Langsung dengan Data Lama

Konsekuensi paling langsung bagi konsumen adalah ketidakmampuan membandingkan data MPG dari mobil baru dengan mobil keluaran tahun sebelumnya secara apple-to-apple. Sebuah mobil yang diuji pada 2019 dengan standar lama bisa mencatatkan MPG lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan saat diuji ulang dengan standar 2020, semata-mata karena perubahan bahan bakar uji.

EPA sendiri telah mengakui perubahan ini dan mempublikasikan metodologi barunya. Namun, bagi pembeli mobil bekas atau mereka yang mencermati tren efisiensi bahan bakar, perbedaan standar ini menjadi variabel penting yang kerap terlewatkan. Data MPG dari pabrikan untuk model tahun 2021 ke atas sudah menggunakan prosedur baru.

Dampak pada Konsumen dan Industri Otomotif

Perubahan standar ini tidak hanya memengaruhi angka di atas kertas. Bagi pabrikan, mereka harus menyesuaikan strategi pengembangan mesin dan sistem emisi agar tetap lolos uji dengan bahan bakar baru. Bagi konsumen, angka MPG yang tertera pada stiker jendela mobil baru adalah hasil dari standar 2020.

Di Indonesia, standar bahan bakar yang digunakan untuk pengujian resmi kendaraan juga berbeda dengan standar EPA. Namun, perubahan di Amerika ini tetap relevan bagi ATPM yang melakukan pengujian emisi dan konsumsi BBM untuk model global yang dipasarkan di sini. Konsumen perlu memahami bahwa data efisiensi bahan bakar dari berbagai sumber mungkin menggunakan metodologi uji yang berbeda.

Bagikan
Sumber: jalopnik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks