MUARA TEWEH — Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Kabupaten Barito Utara bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah warga. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Bupati Barito Utara, Senin (29/6/2026).
Dalam sambutannya, Agustiar menyebut GPM merupakan bentuk rasa syukur Pemprov Kalteng kepada masyarakat Bumi Iya Mulik Bengkang Turan yang tengah merayakan hari jadi daerahnya. "Kami berharap manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat, terutama kalangan masyarakat ekonomi kecil, termasuk PNS golongan I dan II, PPPK, tenaga kebersihan, serta para buruh," ujarnya.
Subsidi 30 Persen untuk 6 Komoditas Pokok
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengucurkan subsidi sebesar 30 persen untuk sejumlah kebutuhan pokok yang dijual dalam GPM. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga di Barito Utara.
Meski nilai bantuan per orang tidak disebutkan besar, Gubernur memastikan dampaknya langsung terasa. Warga yang antre sejak pagi di lokasi kegiatan terlihat membawa beras, minyak goreng, dan gula pasir dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasar saat ini.
Efisiensi Anggaran Bukan Halangan
Agustiar Sabran menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemprov Kalteng tidak akan mengurangi komitmen terhadap program-program pro-rakyat. "Efisiensi bukanlah halangan. Kami akan tetap mengutamakan program-program nyata yang menyentuh langsung masyarakat, bukan sekadar program kebijakan di atas kertas," tegasnya.
Pernyataan ini disampaikan untuk menjawab kekhawatiran sebagian warga yang sempat bertanya-tanya apakah pemangkasan anggaran akan berdampak pada kegiatan serupa di masa mendatang. Gubernur memastikan GPM akan terus berjalan di seluruh kabupaten dan kota tanpa terkecuali.
Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Pada kesempatan yang sama, Gubernur mengajak seluruh unsur pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi. Menurutnya, kebersamaan adalah kunci utama menyukseskan pembangunan daerah.
"Saya mengajak kita semua untuk terus bersinergi dan berkolaborasi. Karena itulah kunci utama menyukseskan berbagai program pembangunan demi mewujudkan Barito Utara dan Kalimantan Tengah yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat," pungkas Agustiar Sabran.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Gerakan Pangan Murah ini diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya meredam gejolak harga pangan, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah pusat daerah dengan masyarakat di pedalaman Kalteng.