Pencarian

IHSG Anjlok 4,11% ke 5.941, Menkeu Sebut Rumor Downgrade S&P Jadi Pemicu Utama

Kamis, 04 Juni 2026 • 10:29:01 WIB
IHSG Anjlok 4,11% ke 5.941, Menkeu Sebut Rumor Downgrade S&P Jadi Pemicu Utama
IHSG turun 4,11% ke level 5.941 pada perdagangan Rabu, dipicu oleh rumor downgrade S&P.

KALIMANTAN TENGAH — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara di tengah aksi jual besar-besaran yang menghantam bursa saham domestik. Ia menilai kepanikan investor lebih dipicu oleh isu ketimbang kondisi riil perekonomian Indonesia.

"Karena banyak isu-isu negatif. Ada rumor S&P akan mendowngrade peringkat kredit Indonesia. Padahal saya baru mau ketemu nanti malam," ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).

Fundamental Masih Solid, Sentimen Asing Jadi Masalah

Purbaya membantah anggapan bahwa inflasi yang berada di kisaran 3% menjadi penyebab pelemahan. Menurutnya, angka tersebut masih dalam target Bank Indonesia sebesar 2,5% plus minus 1%. Ia juga menegaskan bahwa pendapatan pajak di Mei tetap tumbuh kencang, menjadi bukti fondasi ekonomi yang kokoh.

"Fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada ketakutan orang jangka pendek saja. Pendapatan pajak di Mei aja masih kencang. Domestic demand masih kuat, daya beli masyarakat masih cukup kuat," imbuhnya, merujuk pada aktivitas ekonomi di daerah yang tetap ramai.

Rumor Downgrade vs Realitas Pertemuan

Pernyataan Purbaya mengindikasikan bahwa kabar penurunan peringkat oleh Standard & Poor's (S&P) belum terverifikasi. Ia mengaku baru akan bertemu dengan pihak S&P pada malam hari, setelah pasar tutup. Ketidakpastian ini, menurutnya, menjadi bensin bagi aksi jual investor.

Meski demikian, Purbaya enggan memproyeksikan level IHSG ke depan. Ia hanya memastikan pemerintah akan menjaga sentimen pasar agar tidak semakin memburuk. "Kalau nanya level enggak tahu. Saya bilang enggak usah takut. Kita akan pastikan lagi semuanya lebih baik, termasuk menjaga sentimen pasar," tegasnya.

Volume Transaksi Melonjak, 692 Saham Terkoreksi

Data RTI Infokom mencatat total transaksi mencapai Rp25,21 triliun dengan volume saham diperdagangkan sebanyak 40,06 miliar lembar. Dari ribuan saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham yang berhasil menguat, sementara 692 saham lainnya terkoreksi dan 54 saham stagnan. Kondisi ini menjadi salah satu penurunan harian terdalam dalam beberapa bulan terakhir.

Para analis sebelumnya menyebutkan bahwa faktor eksternal seperti sikap hawkish bank sentral AS dan pelemahan nilai tukar rupiah turut memperberat laju indeks. Namun, pernyataan Menkeu yang secara spesifik menyebut rumor downgrade sebagai biang kerok menjadi sinyal bahwa isu domestik juga memegang peran krusial dalam gejolak kali ini.

Investor kini menanti kejelasan hasil pertemuan antara pemerintah dan S&P. Jika rumor downgrade tidak terbukti, aksi bargain hunting berpotensi terjadi pada sesi berikutnya. Namun, jika kekhawatiran itu terbukti benar, tekanan jual masih bisa berlanjut.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks