PALANGKA RAYA — Perum Bulog Kalimantan Tengah memastikan ketersediaan beras di wilayahnya aman hingga akhir 2025. Saat ini, Bulog Kalteng mengantongi stok sebanyak 17 ribu ton setara beras, dan jumlah itu diproyeksikan terus bertambah seiring masih berlangsungnya masa panen di sejumlah daerah.
Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana menyatakan, pihaknya telah menyerap 14.130 ton gabah kering panen dari petani lokal, atau setara dengan 7.258 ton beras. Capaian ini merupakan bagian dari komitmen Bulog secara nasional untuk menyerap 3,01 juta ton setara beras atau 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.
Tiga Kabupaten Jadi Andalan Pasokan
Erwin menjelaskan, penyerapan gabah di Kalteng saat ini didominasi oleh tiga kabupaten. Kapuas, Pulang Pisau, dan Kotawaringin Timur menjadi pemasok utama karena memiliki area persawahan yang luas dan produktif.
“Saat ini wilayah-wilayah tersebut masih dalam masa tanam dan diproyeksikan mulai panen di akhir Juni atau awal Juli,” jelas Erwin di Palangka Raya, Rabu.
Harga Gabah dan Beras Sesuai Ketetapan Pemerintah
Bulog memastikan penyerapan hasil panen dilakukan sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Untuk gabah kering panen, Bulog membeli seharga Rp6.500 per kilogram. Sementara untuk beras dengan kualitas medium, harganya Rp12.000 per kilogram.
“Bulog siap untuk terus melakukan penyerapan dengan harga sesuai ketetapan pemerintah,” tegas Erwin.
Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Serapan Maksimal
Keberhasilan penyerapan ini, menurut Erwin, merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari petani, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, hingga seluruh insan Bulog.
“Jadi stok beras di Bulog Kalteng akan sangat aman sampai akhir tahun ini,” ujarnya.
Erwin menambahkan, kinerja Bulog baik di tingkat provinsi maupun nasional menjadi bukti bahwa Indonesia semakin kokoh menuju kemandirian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan stok yang terjaga, harga beras di pasaran diharapkan tetap stabil, terutama menjelang musim paceklik atau hari besar keagamaan.