KALIMANTAN TENGAH — Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, mengatakan industri kopi specialty kini bukan sekadar bisnis, melainkan gaya hidup yang dekat dengan generasi muda. Hal ini yang mendorong BTN untuk hadir langsung di pameran ICX 2026.
"BTN memfasilitasi para penikmat kopi maupun pengusaha baru agar bisa berkembang. Ini adalah segmen yang sangat menarik bagi BTN," ujar Setiyo dalam keterangan pers, Sabtu (30/5).
Pameran yang digelar di Convention Hall Grand City Surabaya ini merupakan hasil kolaborasi BTN dengan Dyandra Promosindo. Selama tiga hari, pengunjung bisa bertransaksi menggunakan aplikasi Bale, yang merupakan super apps milik BTN.
Transaksi Digital Lebih Cepat, Target Rp3 Miliar
Dengan melibatkan puluhan pelaku industri kopi dari berbagai daerah, penyelenggara optimistis nilai transaksi bisa menembus Rp3 miliar. Angka ini setara dengan target kunjungan sebanyak 7.500 orang selama akhir pekan.
BTN melihat pameran ini sebagai ajang untuk memperkenalkan ekosistem digital banking-nya kepada pelaku UMKM dan pengusaha kopi. Aplikasi Bale sendiri menawarkan kemudahan pembayaran yang bisa diakses langsung dari gawai.
Setiyo menambahkan, sektor kopi memiliki potensi besar untuk terus tumbuh seiring meningkatnya konsumsi kopi di kalangan anak muda. "Kami ingin para pengusaha kopi bisa naik kelas dengan dukungan layanan perbankan yang tepat," pungkasnya.