PALANGKA RAYA — Ketua Dekranasda Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran membuka langsung perhelatan yang bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah itu. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa festival ini adalah wujud komitmen nyata untuk membina, melestarikan, dan mengembangkan produk kerajinan berbasis warisan budaya lokal.
Bukan Sekadar Lomba, Ada Talk Show Nasional
Berbeda dari pergelaran tahun sebelumnya, Wastra Festival 2026 menghadirkan sesi talk show dengan narasumber dari tingkat nasional. Mereka berbagi ilmu tentang strategi pemasaran, desain kontemporer untuk kain tradisional, hingga peluang ekspor.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pengrajin, desainer, dan pelaku UMKM untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memanfaatkan peluang pasar yang semakin terbuka luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Aisyah dalam sambutannya.
Fashion Show Jadi Puncak Acara, 14 Kabupaten/Kota Tampilkan Koleksi Terbaik
Rangkaian utama festival adalah lomba fashion show yang diikuti perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota di Kalteng. Setiap peserta menampilkan kreasi wastra khas daerah masing-masing, mulai dari kain tenun khas Dayak hingga sentuhan modern yang tetap mempertahankan motif tradisional.
Menurut panitia, antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan dibanding edisi sebelumnya. Para desainer muda berlomba menghadirkan interpretasi baru atas kain tradisional agar lebih diterima pasar milenial.
Dampak Ekonomi: Pelaku UMKM Dapat Pembinaan Berkelanjutan
Dekranasda Kalteng tidak berhenti pada acara seremonial. Aisyah menegaskan bahwa pihaknya akan melanjutkan program pemberdayaan berupa pelatihan teknik produksi, bantuan permodalan, serta promosi ke pameran nasional.
“Semangat dan kreativitas yang ditampilkan hari ini menjadi bukti bahwa wastra Kalteng memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan dikenal lebih luas,” tambahnya.
Langkah ini dinilai penting karena sebagian besar perajin wastra di Kalteng masih bergerak secara tradisional dan terbatas pada pasar lokal. Dengan adanya pembinaan, diharapkan produk mereka bisa menembus pasar modern dan digital.
Apa Agenda Dekranasda Selanjutnya?
Setelah Wastra Festival, Dekranasda Kalteng berencana menggelar pelatihan desain dan pemasaran digital bagi pengrajin di beberapa kabupaten. Program ini menyasar generasi muda agar tertarik mengelola warisan budaya secara profesional.
“Kami ingin ekosistem wastra Kalteng tidak hanya bertahan, tapi tumbuh sebagai sektor ekonomi yang menjanjikan,” pungkas Aisyah.