Pencarian

BPS Kotim Rekrut 352 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Target Data 700 Rumah Tangga per Orang

Kamis, 21 Mei 2026 • 17:10:09 WIB
BPS Kotim Rekrut 352 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Target Data 700 Rumah Tangga per Orang
BPS Kotim mulai seleksi 352 petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

SAMPIT — Proses rekrutmen petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini sudah memasuki tahap seleksi. Kepala BPS Kotim Eddy Surahman menyebutkan, jumlah pendaftar mencapai hampir 500 orang, jauh melebihi kuota yang dibutuhkan.

"Rekrutmen petugas ini sudah dalam tahap seleksi sekarang. Kita melibatkan sekitar 352 petugas untuk seluruh wilayah Kotim," ujar Eddy di Sampit, Kamis.

Pelatihan Dimulai Awal Juni, Petugas Wajib Punya Gawai

Sebelum turun ke lapangan, seluruh petugas yang lolos seleksi akan menjalani pelatihan teknis. Jadwalnya dimulai dengan apel bersama dan check-in peserta pada 1 Juni, dilanjutkan sesi pelatihan dari 2 hingga 12 Juni 2026.

Pelatihan dibagi dalam tiga gelombang, masing-masing berlangsung selama tiga hari per petugas. Materi mencakup penggunaan aplikasi pendataan dan tata cara sensus. Hasil seleksi sendiri akan diumumkan pada 30 Mei 2026.

Salah satu syarat utama dalam rekrutmen adalah kepemilikan gawai yang memadai. Sebab, BPS menggunakan sistem pendataan digital melalui aplikasi FASIH (Flexible Authentically Survey in Harmony) yang dioperasikan langsung dari perangkat petugas. Meski berbasis daring, aplikasi tetap bisa digunakan secara offline di wilayah pedalaman yang minim sinyal, dan data akan tersinkronisasi otomatis saat perangkat kembali terhubung jaringan.

Bukan Hanya UMKM, Perusahaan Sawit dan Tambang Juga Disasar

Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang lebih luas dibanding sensus sebelumnya. Jika dulu pendataan hanya menyasar rumah tangga yang memiliki usaha, kali ini seluruh rumah tangga akan dicacah secara lengkap. Petugas akan mendata semua rumah tangga terlebih dahulu, lalu melakukan pendalaman jika ditemukan aktivitas usaha di dalamnya.

"Jadi semuanya akan didata. Misal kalau ada usaha di suatu rumah tangga, maka pertanyaannya masuk ke Sensus Ekonominya lebih detail," jelas Eddy.

Tak hanya UMKM dan rumah tangga, sensus juga menyasar perusahaan besar, termasuk perkebunan kelapa sawit dan pertambangan yang beroperasi di Kotim. Untuk perusahaan menengah dan besar, BPS telah melakukan pendataan awal melalui metode blasting email dan pengisian mandiri. Jika perusahaan belum mengisi data hingga batas waktu, petugas akan melakukan kunjungan langsung.

Sektor Pertanian Ikut Didata untuk Pertama Kalinya

Perbedaan mendasar lain pada Sensus Ekonomi 2026 adalah masuknya sektor pertanian dalam pendataan. Sebelumnya, sektor ini menjadi bagian dari Sensus Pertanian yang digelar BPS secara terpisah.

"Di Sensus Ekonomi 2026 ini untuk pertama kalinya kita juga mendata sektor pertanian supaya datanya lengkap dan komprehensif ketika kita sajikan nanti," kata Eddy.

Berbagai indikator akan dihimpun, mulai dari pendapatan usaha, penyerapan tenaga kerja, penggunaan barang modal, produksi, hingga kendala yang dihadapi pelaku usaha. Data ini diharapkan mampu menunjukkan kekuatan ekonomi daerah secara lebih utuh.

UMKM Jadi Primadona, Topang 98 Persen Ekonomi Kotim

Eddy menekankan pentingnya data sektor UMKM dalam sensus kali ini. Menurutnya, hampir 98 persen perekonomian Kotim ditopang oleh usaha mikro, kecil, dan menengah.

"Jadi bukan hanya pengusaha besar yang didata, tetapi UMKM juga. Apalagi saat ini UMKM jadi primadona di daerah kita. Ini bisa jadi input besar bagi pemerintah dalam menyesuaikan berbagai kebijakannya," ucapnya.

Pembiayaan operasional 352 petugas selama masa pendataan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jumlah petugas di tiap kecamatan akan disesuaikan dengan beban pendataan di wilayah masing-masing.

Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks