SAMPIT — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menghibahkan 66 unit perangkat Starlink kepada Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang akan direalisasikan pada 2026. Bantuan ini menyasar daerah-daerah terpencil yang selama ini kesulitan mendapatkan jaringan internet stabil.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim, Cok Orda Putra Legawa, menyatakan bahwa perangkat tersebut akan diprioritaskan untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. “Tahun ini kami mendapat bantuan 66 unit Starlink untuk mendukung pendidikan sekaligus mempercepat akses informasi di daerah terpencil,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Desa Blank Spot Jadi Sasaran Utama Pemasangan
Dari total 168 desa dan 17 kelurahan di Kotim, sejumlah titik masih mengalami lemahnya sinyal telekomunikasi. Kondisi geografis yang luas menjadi kendala utama pemerataan akses internet di wilayah tersebut.
Diskominfo Kotim bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah melakukan inventarisasi lokasi prioritas. Perangkat Starlink rencananya akan dipasang di kantor desa, sekolah, dan puskesmas pembantu (pustu) yang belum memiliki akses internet memadai atau belum terakomodasi dalam anggaran daerah.
Kecamatan di Utara Kotim Jadi Prioritas
Wilayah utara Kotim, seperti Kecamatan Tualan Hulu, Bukit Santuai, dan Antang Kalang, menjadi prioritas utama pemasangan. Kualitas jaringan di kawasan tersebut dinilai masih sangat tidak stabil.
“Pembagian sudah kami inventarisasi bersama OPD terkait agar jaringan internet bisa dimanfaatkan lebih luas untuk pelayanan publik,” beber Cok Orda.
Pemasangan perangkat juga akan mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur listrik. Untuk desa yang belum memiliki aliran listrik, pemerintah membuka opsi penggunaan solar cell sebagai sumber energi tambahan.
Pelatihan Operator Digelar Sebelum Distribusi
Sebelum perangkat didistribusikan ke masing-masing desa, pemerintah provinsi akan memberikan pelatihan teknis kepada operator dari seluruh kabupaten dan kota penerima bantuan di Kalimantan Tengah. Langkah ini dilakukan agar perangkat bisa dioperasikan secara optimal.
Tambahan 17 Unit Starlink untuk Layanan Kesehatan
Tidak hanya mengandalkan bantuan provinsi, Diskominfo Kotim juga telah mengusulkan tambahan 17 unit Starlink secara mandiri. Usulan ini dikhususkan untuk mendukung layanan kesehatan di sejumlah pustu yang membutuhkan digitalisasi data secara cepat dan akurat.
Selain itu, pemkab juga mengajukan penambahan jaringan melalui program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital. “Mudah-mudahan usulan kami bisa dipenuhi, terutama untuk mendukung layanan kesehatan yang kini membutuhkan digitalisasi data yang cepat dan akurat,” tandasnya.