PALANGKA RAYA — Sugiyanto tidak pulang dengan tangan kosong dari Jakarta. Selain resmi dilantik sebagai Ketua PBSI Kalteng, ia membawa target besar: menyiapkan atlet muda untuk Pra PON 2027 dan PON 2028.
Arahan itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PBSI Muhammad Fadil Imran saat rapat koordinasi penguatan atlet bulutangkis seluruh Indonesia. Fadil juga menyerahkan bendera kepengurusan secara simbolis kepada 15 ketua PBSI daerah, termasuk Sugiyanto.
Target Porprov hingga PON: Ada Deadline yang Jelas
Fadil Imran secara spesifik mengingatkan PBSI Kalteng untuk serius mempersiapkan atlet menghadapi Porprov Kalteng XIII. Setelah itu, pembinaan harus berlanjut ke Pra PON 2027 dan puncaknya di PON 2028.
"Arahan dari Ketum menjadi semangat bagi kami untuk meningkatkan kualitas dan permainan atlet di berbagai daerah," kata Sugiyanto, Kamis (14/5/2026).
Menurut Sugiyanto, pembinaan tidak bisa instan. Ia menyebut perlu program kejuaraan yang sifatnya reguler untuk mengasah mental dan teknik pemain muda Kalteng.
Bukan Sekadar Seremoni: Pembinaan Usia Dini Jadi Prioritas
Sugiyanto menekankan bahwa penguatan atlet harus dimulai dari tingkat bawah. Ia menyebut pembinaan usia dini menjadi kunci utama agar atlet Kalteng bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
"Kami terus semangat meningkatkan atlet di seluruh wilayah Kalteng dalam hal pembinaan hingga kejuaraan, mulai usia dini dan lainnya," ujar Sugiyanto.
PBSI Kalteng saat ini tengah memetakan potensi atlet di berbagai kabupaten dan kota. Langkah ini dinilai penting untuk menjaring bibit unggul yang selama ini mungkin belum terkelola dengan baik.
Dari Pelatnas Cipayung ke Seluruh Kalteng
Rapat koordinasi di Pelatnas Cipayung bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan itu menjadi ajang transfer pengetahuan langsung dari pengurus pusat ke daerah. Sugiyanto mengaku optimistis bisa membawa perubahan setelah mendapat arahan teknis dari Fadil Imran.
Dengan target Porprov Kalteng yang sudah di depan mata, Sugiyanto harus bergerak cepat. Ia memastikan program pembinaan akan berjalan berkesinambungan, tidak hanya berhenti di satu even.
"Semoga ini terus menjadi penyemangat dalam membina atlet di daerah Kalteng," pungkasnya.