Pencarian

Harga Pertamina Dex di Palangka Raya Tembus Rp28.500 per Liter

Senin, 04 Mei 2026 • 16:54:01 WIB
Harga Pertamina Dex di Palangka Raya Tembus Rp28.500 per Liter

PALANGKA RAYA — PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di wilayah Kalimantan Tengah per Senin (4/5/2026). Kenaikan harga kali ini menyasar jenis bensin Pertamax Turbo serta varian diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex dengan selisih yang cukup mencolok dibandingkan periode sebelumnya.

Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi berkala Pertamina terhadap harga pasar global. Berdasarkan pengumuman resmi di laman perusahaan, penyesuaian berlaku untuk seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) reguler di wilayah Kalteng. Kenaikan drastis pada varian diesel menjadi sorotan karena terjadi secara beruntun sejak April lalu.

Rincian Harga Terbaru BBM Non-Subsidi di Kalimantan Tengah

Kenaikan harga yang berlaku mulai hari ini mencatatkan angka yang bervariasi. Pertamax Turbo kini dibanderol Rp20.350 per liter, naik Rp500 dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp19.850. Sementara itu, lonjakan paling signifikan terjadi pada kategori bahan bakar mesin diesel.

Harga Pertamina Dex melonjak tajam menjadi Rp28.500 per liter dari harga sebelumnya Rp24.450. Menyusul di belakangnya, Dexlite kini dipasarkan seharga Rp26.600 per liter, mengalami kenaikan sebesar Rp2.450 dari posisi semula Rp24.150 per liter. Di sisi lain, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) terpantau stabil dan tidak mengalami perubahan di angka Rp12.600 per liter.

Pengelola SPBU Palangka Raya Konfirmasi Perubahan Tarif

Sejumlah pengelola SPBU di Kota Palangka Raya memastikan bahwa sistem pembayaran telah mengikuti tarif baru tersebut sejak dini hari. Transisi harga terpantau berjalan lancar meskipun sempat mengejutkan sejumlah pengendara yang melakukan pengisian di pagi hari.

"Sudah mas, mulai (penerapan) hari ini," kata Supervisor SPBU di Jalan Diponegoro Kota Palangka Raya, Ade Irawan, saat dikonfirmasi pada Senin (4/5/2026).

Ade menjelaskan bahwa pihak lapangan hanya bertugas menjalankan instruksi penyesuaian harga yang diturunkan dari pusat. Mengenai alasan spesifik di balik lonjakan harga yang cukup tinggi pada jenis Dexlite dan Pertamina Dex, pihak SPBU mengaku tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan mendalam.

"Belum tahu kenapanya mas. Biasanya pihak Pertamina yang mengetahui untuk kenaikan BBM kita," tambah Ade Irawan.

Tekanan Inflasi Energi di Tengah Kenaikan Harga Pangan

Lonjakan harga BBM non-subsidi ini dikhawatirkan menambah beban ekonomi masyarakat Kalimantan Tengah. Sektor logistik dan transportasi yang bergantung pada bahan bakar diesel kemungkinan besar akan terdampak secara langsung. Kondisi ini kian pelik mengingat harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar lokal juga masih menunjukkan tren peningkatan.

Masyarakat kini dihadapkan pada pilihan sulit untuk tetap menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi atau beralih ke jenis lain demi menjaga pengeluaran. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi tambahan dari pihak Pertamina Patra Niaga terkait durasi pemberlakuan harga terbaru ini atau potensi penyesuaian kembali di bulan mendatang.

Bagikan
Sumber: prokalteng.jawapos.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks