NANGA BULIK — Kebijakan PJJ diterapkan untuk menjaga keselamatan siswa dari paparan asap yang berdampak pada kualitas udara. Namun, pelaksanaan pembelajaran dari rumah yang terus berlanjut mulai dikeluhkan orang tua murid maupun tenaga pendidik di Kabupaten Lamandau.
Orang Tua Kewalahan Bagi Waktu Pendampingan
Salah seorang orang tua murid di Nanga Bulik, Lia, mengatakan anak-anaknya mulai bosan karena harus terus belajar dari rumah tanpa berinteraksi langsung dengan teman-teman sekolah. Menurutnya, konsentrasi dan motivasi belajar anak juga menurun sejak PJJ kembali diterapkan.
"Anak-anak sudah mulai bosan di rumah terus. Kalau belajar daring begini, konsentrasi mereka gampang terpecah dan lebih banyak mainnya daripada belajarnya. Belum lagi kami sebagai orang tua juga punya kesibukan lain, jadi cukup kewalahan harus membagi waktu untuk terus mendampingi mereka," ujar Lia.
Selain kejenuhan, orang tua murid mengeluhkan meningkatnya pengeluaran untuk membeli kuota internet. Jaringan internet yang terkadang tidak stabil di sejumlah titik di Nanga Bulik juga menghambat pengiriman tugas sekolah.
Guru Tetap ke Sekolah, tapi Sulit Mengawasi Siswa
Keluhan serupa disampaikan tenaga pendidik. Meski siswa belajar dari rumah, para guru tetap datang ke sekolah. Mereka mengaku kesulitan memantau aktivitas dan kedisiplinan siswa selama pembelajaran berlangsung.
"Karena tidak bisa langsung bertatap muka, kami juga mengalami kendala dalam mengawasi anak secara langsung saat jam pembelajaran. Ada juga yang mengabaikan tugas dengan alasan sinyal dan lain-lain. Bahkan, saat penilaian tengah semester (PTS), ada beberapa anak yang tidak mengikuti ulangan hingga harus dilakukan ulangan susulan sampai tiga kali," ujar salah seorang guru.
Dilema antara Keselamatan dan Mutu Belajar
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pelaksanaan PJJ di tengah kabut asap karhutla. Di satu sisi, pembelajaran dari rumah dilakukan untuk melindungi siswa dari paparan asap. Di sisi lain, kejenuhan dan kendala teknis turut memengaruhi proses belajar mengajar.
Belum ada keterangan resmi mengenai sampai kapan PJJ di Lamandau akan berlangsung. Dinas pendidikan setempat juga belum menyampaikan langkah lanjutan untuk mengatasi kejenuhan siswa maupun kendala jaringan yang dikeluhkan warga Nanga Bulik.