PALANGKA RAYA — Sebagian calon penumpang memilih terbang lewat Bandara Syamsudin Noor di Kalimantan Selatan sebagai jalur alternatif. Peralihan pilihan itu ikut menekan tingkat keterisian kursi penerbangan dari dan menuju Palangka Raya.
Andi menyebut jarak pandang di bandara kini sudah membaik hingga sekitar 3.000 meter. Kendati begitu, keputusan terbang atau tidak tetap bergantung pada pertimbangan masing-masing maskapai.
Seminggu Tanpa Penerbangan, Hanya Satu Pesawat Garuda Sempat Mendarat
Menurut Andi, dalam beberapa waktu terakhir aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut sangat terbatas. Penyebab utamanya gangguan jarak pandang akibat asap kebakaran hutan dan lahan.
"Beberapa hari, seminggu ke belakang memang tidak ada penerbangan. Sempat ada satu penerbangan Garuda. Namun setelah itu sampai sekarang belum ada penerbangan lagi," kata Andi.
Kondisi cuaca di Palangka Raya sendiri sudah mulai membaik setelah hujan mengguyur kota. Namun perbaikan cuaca belum serta-merta memulihkan jadwal penerbangan.
Maskapai Hitung Dampak Pembatalan dan Pengalihan Rute
Andi menjelaskan, maskapai turut mengevaluasi dampak gangguan sebelumnya. Mulai dari pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan penerbangan.
Rangkaian gangguan itu memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kepastian jadwal penerbangan dari dan menuju Palangka Raya. Penumpang yang butuh kepastian jadwal akhirnya mencari bandara lain.
Dampaknya berantai. Tingkat keterisian kursi penumpang ikut berubah, dan kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan maskapai dalam menentukan operasional penerbangan.
Evaluasi Rutin Bareng Maskapai, Layanan Penumpang Tetap Jalan
Pihak bandara bersama maskapai dan pemangku kepentingan lain rutin melakukan evaluasi. Koordinasi terus dilakukan agar aktivitas di Bandara Tjilik Riwut kembali seperti sediakala.
Meski penerbangan belum normal, situasi operasional di Bandara Tjilik Riwut tetap kondusif. Pelayanan kepada pengguna jasa bandara terus berjalan.
Belum ada keterangan resmi soal perkiraan waktu pemulihan jadwal penerbangan. Calon penumpang yang hendak terbang dari atau menuju Palangka Raya disarankan memantau informasi maskapai masing-masing.