SAMPIT — Camat Pulau Hanaut Fahrujiansyah menyatakan kebakaran menyebabkan sejumlah warga kehilangan tanaman yang selama ini menjadi sumber penghasilan. Beberapa kebun yang sudah menghasilkan dan siap panen mengalami kerusakan berat. Kondisi itu membuat pemilik kebun tidak lagi bisa mengandalkan hasil kebun untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Pendataan dilakukan menindaklanjuti arahan Bupati Kotim. Fahrujiansyah berharap warga yang kehilangan tanaman produktif memperoleh bantuan bibit untuk meringankan beban sekaligus membantu pemulihan kebun.
Kerusakan Beragam, Ada Kebun yang Pohonnya Roboh Seluruhnya
Tingkat kerusakan kebun warga cukup beragam. Sebagian mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang tanamannya terbakar hingga roboh seluruhnya. Pemilik kebun berpotensi kehilangan pendapatan dalam waktu lama karena pemulihan tanaman butuh proses panjang.
Fahrujiansyah mencontohkan kebun seluas empat hektare yang sebelumnya mampu menghasilkan sekitar tiga hingga empat ton panen. Produktivitas lahan sebesar itu bisa hilang apabila tanaman rusak parah akibat kebakaran.
"Kalau sudah kena api di lahan gambut, pohon-pohon itu sudah roboh semua, tidak mungkin tumbuh," ungkapnya.
Pendataan Masih Rekapitulasi, Desa Diminta Kumpulkan Bukti Kepemilikan
Pendataan kebun warga yang terbakar masih dalam tahap rekapitulasi. Pemerintah desa diminta mengumpulkan data pemilik kebun, bukti kepemilikan lahan, dokumentasi foto, serta dokumen pendukung lainnya.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan kebun yang diajukan benar-benar telah ditanami dan sebelumnya produktif. Fahrujiansyah menegaskan proses verifikasi harus dilakukan secara cermat agar bantuan tepat sasaran.
Pemerintah kecamatan ingin memastikan lahan yang diusulkan merupakan kebun yang telah ditanami dan menghasilkan, bukan lahan kosong yang baru terbakar. Hasil rekapitulasi dari desa-desa akan menjadi dasar pengajuan bantuan bibit ke pemerintah kabupaten.