Pencarian

Karhutla Kalteng Hanguskan 20.108 Hektare dari 6.952 Kejadian, Kabut Asap Masih Selimuti Palangka Raya

Minggu, 25 Oktober 2026 • 06:47:02 WIB
Karhutla Kalteng Hanguskan 20.108 Hektare dari 6.952 Kejadian, Kabut Asap Masih Selimuti Palangka Raya
Kabut asap menyelimuti kawasan Jalan RTA Milono, Palangka Raya, seiring masih berlangsungnya karhutla di Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA — Luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah terus bertambah. Laporan harian posko pada 23 Oktober pukul 18.00 WIB mencatat 51 kejadian karhutla baru di seluruh provinsi dengan luas terbakar 140,31 hektare.

Dari jumlah itu, tiga kejadian terjadi di Palangka Raya dengan luas lahan terbakar 15,95 hektare. Penambahan tersebut menunjukkan kebakaran masih berlangsung meski pemerintah telah mengerahkan personel dan sumber daya untuk mempercepat pemadaman.

Palangka Raya Catat 957 Kejadian Karhutla

Khusus Kota Palangka Raya, akumulasi karhutla mencapai 957 kejadian dengan luas lahan terbakar 1.286,94 hektare. Angka itu menjadikan ibu kota provinsi sebagai salah satu wilayah dengan beban kejadian terbanyak di Kalteng.

Besarnya akumulasi luas kebakaran menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mempercepat pemadaman, mencegah titik api baru, dan memastikan akses perlindungan kesehatan bagi warga. Perkembangan jumlah kejadian serta luas lahan terbakar pun perlu diumumkan secara transparan agar masyarakat memperoleh gambaran kondisi sebenarnya.

Kabut Asap Tebal di Jalan RTA Milono

Kabut asap tebal terlihat menyelimuti kawasan Jalan RTA Milono, Palangka Raya, pada Sabtu siang. Sejumlah warga mengeluhkan jarak pandang yang semakin terbatas ketika berkendara.

"Saya kurangi kecepatan kendaraan agar tetap aman saat melintasi jalan yang dipenuhi asap," kata Wina, salah seorang warga, Sabtu (24/10/2026).

Warga lainnya juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak kabut asap yang belum mereda. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap aktivitas masyarakat, terutama mereka yang tetap harus bekerja dan melakukan perjalanan di luar rumah.

Kelompok Rentan Paling Berisiko

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat di wilayah terdampak karhutla mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak. Perhatian khusus perlu diberikan kepada balita, ibu hamil, lansia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan.

Paparan partikel polutan memperbesar risiko kesehatan bagi kelompok rentan tersebut. Warga yang harus beraktivitas di luar disarankan memakai masker dan memantau kondisi udara di sekitar tempat tinggal.

Posko penanganan darurat bencana karhutla Kalteng masih memperbarui laporan hariannya. Data terbaru akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah pemadaman dan perlindungan kesehatan warga di lapangan.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cyrustimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks