PALANGKA RAYA — Rakortek tahun ini menekankan pentingnya inovasi daerah yang tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dalam satu ekosistem antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung menyebut integrasi itu akan menjadikan riset sebagai kekuatan utama pembangunan daerah.
Riset Diminta Menjawab Persoalan Nyata, Bukan Berhenti di Meja Perencanaan
Leonard menegaskan hasil riset tanpa ekosistem inovasi yang kuat tidak akan memberi dampak signifikan terhadap pembangunan. Ia meminta riset tidak berhenti sebagai dokumen yang tersimpan di meja perencanaan.
"Dengan tema tersebut, RAKORTEK tahun ini menegaskan bahwa inovasi tidak berdiri sendiri, tetapi hadir sebagai ekosistem terpadu yang menghubungkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat untuk menghasilkan solusi nyata berbasis riset dan teknologi," tutur Leonard dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya adaptasi di tengah perubahan global yang cepat. Leonard mencontohkan pengalaman perusahaan teknologi besar yang terlambat merespons perubahan pasar.
"Kita hidup di era perubahan yang sangat cepat. Ada satu pelajaran penting dari dunia teknologi melalui pengalaman perusahaan besar seperti Nokia. Kesalahannya adalah terlambat merespons perubahan. Di dunia yang bergerak cepat, keterlambatan berarti kekalahan," tegasnya.
Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Menurut Plt Sekda Kalteng
Leonard menyampaikan Kalimantan Tengah memiliki visi besar sebagai Pusat Konservasi Dunia dan Lumbung Pangan Nasional. Visi itu, menurutnya, membutuhkan dukungan riset dan inovasi yang kuat.
"Mari kita jadikan Kalimantan Tengah bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya inovasi, kaya solusi, dan kaya gagasan untuk masa depan. Untuk itu, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan, yakni riset harus menjawab persoalan nyata, inovasi harus memberi manfaat langsung, dan teknologi harus menjadi alat percepatan pembangunan," pungkas Leonard.
Ia juga menekankan ASN harus menjadi motor penggerak perubahan dengan bekerja cepat, cerdas, dan inovatif agar tidak tertinggal dalam dinamika pembangunan.
Empat Tujuan Rakortek dan Pembahasan Rencana Tindak Lanjut 2027
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kalteng, Endy, dalam laporannya menyampaikan Rakortek bertujuan meningkatkan sinergi, pembinaan, dan efektivitas pelaksanaan program riset dan inovasi daerah. Forum ini juga membahas arah kebijakan dan rencana tindak lanjut tahun 2027.
Endy merinci empat tujuan utama kegiatan:
- Menyinergikan program pemerintah pusat dan daerah
- Meningkatkan pemanfaatan hasil riset dalam pembangunan
- Memperkuat ekosistem riset dan inovasi
- Meningkatkan koordinasi teknis lintas sektor dan lintas pemerintahan
"Kegiatan ini diharapkan menghasilkan arah kebijakan dan langkah strategis dalam penguatan hubungan inovasi daerah yang mampu mendukung pembangunan Kalimantan Tengah yang berkelanjutan dan berdaya saing," jelas Endy.
Rakortek diikuti sekitar 150 peserta dari OPD provinsi, kabupaten/kota, akademisi, serta perwakilan lembaga riset. Turut hadir Deputi Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Yopi serta para Kepala Bapperida/Bappedalitbang se-Kalimantan Tengah.