PALANGKA RAYA — Arif M. Norkim menilai wadi menyimpan potensi ekonomi yang belum tergarap maksimal. Kuliner khas Kalimantan Tengah berbahan dasar ikan itu, menurutnya, perlu diposisikan sebagai produk usaha lokal yang mampu menjangkau pasar lebih luas.
“Wadi merupakan salah satu kekayaan kuliner yang perlu kita jaga sekaligus kembangkan agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat,” kata Arif di Palangka Raya, Rabu.
Empat Aspek yang Harus Dibenahi Pelaku UMKM
Arif merinci sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar wadi bersaing dengan produk pangan lain. Inovasi pengolahan dan peningkatan kualitas menjadi dua hal pertama yang ia soroti.
Aspek berikutnya adalah kemasan yang menarik. Menurut Arif, pelaku UMKM tidak bisa hanya mengandalkan cita rasa.
“Pelaku UMKM jangan hanya mengandalkan cita rasa, tetapi juga perlu memperhatikan kemasan, merek, dan cara memasarkan produk supaya lebih dikenal konsumen,” ucapnya.
Warga Pahandut Seberang Dilatih Olah Wadi dan Samu Ikan Patin
Dorongan Arif muncul setelah Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Palangka Raya membina warga Kelurahan Pahandut Seberang. Pelatihan menyasar pengolahan wadi dan samu ikan patin.
Warga tidak hanya mendapat praktik pembuatan produk. Mereka juga dibekali literasi digital, pemasaran daring, manajemen usaha, dan penentuan harga jual.
Arif menilai pembekalan semacam itu penting untuk memperkuat kemampuan masyarakat mengembangkan usaha secara berkelanjutan, dari proses produksi hingga pemasaran.
“Pembinaan ini sangat bermanfaat karena masyarakat tidak hanya dibekali keterampilan mengolah produk, tetapi juga pengetahuan untuk mengelola usaha dan memperluas pemasaran,” ujarnya.
Teknologi Digital Jadi Kunci Jangkau Konsumen Baru
Pemanfaatan teknologi digital dinilai Arif sebagai salah satu cara memperkenalkan wadi ke konsumen yang lebih luas. Peluang pasar baru terbuka lewat jalur pemasaran daring.
Pengembangan usaha berbasis kuliner lokal juga diharapkan mendorong warga memanfaatkan potensi daerah sebagai sumber pendapatan keluarga. Daya saing produk ikut terdongkrak.
“Harapannya, wadi dapat berkembang menjadi produk unggulan UMKM yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga kuliner khas Kalimantan Tengah agar tetap dikenal dan diminati,” pungkas Arif.