Pencarian

DPRD Kalteng Desak Kemenkes Turun Tangan, Minta Aksi Nyata Tangani Kabut Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 • 14:16:01 WIB
DPRD Kalteng Desak Kemenkes Turun Tangan, Minta Aksi Nyata Tangani Kabut Asap Karhutla
Anggota DPRD Kalteng Junaidi menyampaikan kritik terhadap pernyataan Kemenkes soal adaptasi kabut asap dalam keterangan kepada wartawan di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA — Junaidi menyampaikan kritik tersebut di hadapan wartawan, Rabu (21/10/2026), sehari setelah pernyataan Menkes soal adaptasi kabut asap menjadi perbincangan. Menurutnya, warga Kalteng yang setiap tahun menghadapi asap karhutla butuh perlindungan nyata, bukan sekadar imbauan agar menyesuaikan diri.

Ia menegaskan penanganan karhutla tidak bisa dibebankan kepada masyarakat. Keterlibatan kementerian, lembaga, hingga OPD dinilai menjadi syarat agar bantuan dan perlindungan bagi warga berjalan efektif.

Respons Junaidi: Warga Dayak Tahu Persis Kondisi Lapangan

Junaidi menyayangkan pernyataan Kementerian Kesehatan yang meminta masyarakat beradaptasi dengan kabut asap. Sebagai warga Dayak yang mengenal kondisi lapangan, ia menilai imbauan itu tidak menyentuh persoalan utama.

"Sebagai warga Dayak, sebagai anggota DPRD yang memang tahu persis bagaimana kondisi di lapangan, kita menyayangkan kementerian bisa menyampaikan seperti itu," ujar Junaidi.

Politikus Partai Demokrat tersebut menuntut agar kementerian dan lembaga tidak berhenti pada pernyataan. Menurutnya, penanganan karhutla memerlukan tindakan langsung dari seluruh instansi terkait.

"Seharusnya mereka bisa langsung ke lapangan. Artinya, bukan hanya dalam bentuk pernyataan. Kita saat ini butuh action, kita butuh tindakan dari seluruh kementerian, lembaga, ataupun OPD dalam rangka menangani karhutla yang terjadi saat ini," tegasnya.

Kesiapan Layanan Medis Jadi Sorotan

Junaidi secara khusus menyoroti peran Kementerian Kesehatan dan dinas kesehatan daerah. Kesiapan layanan medis serta penyaluran bantuan kesehatan dinilai harus menjadi perhatian utama selama kabut asap berlangsung.

Ia berharap warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap memperoleh pelayanan dan penanganan yang dibutuhkan. Upaya itu dinilai penting agar dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat tidak meluas.

"Kalau Kementerian Kesehatan, bukan hanya mengimbau masyarakat menyesuaikan diri. Yang saat ini penting adalah bagaimana kesiapan kementerian, lembaga, dan OPD terkait untuk membantu masyarakat yang terpapar. Itu yang penting," tuturnya.

DPRD Minta Kerangka Aksi Jangka Pendek dan Pasca-Karhutla

Selain penanganan darurat, Junaidi meminta Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng menyiapkan rencana aksi terkoordinasi. Rencana itu mencakup penanganan jangka pendek selama kabut asap masih terjadi hingga pemulihan kesehatan warga setelah karhutla mereda.

Menurutnya, perencanaan yang jelas diperlukan agar setiap instansi mengetahui langkah yang harus dilakukan, termasuk bentuk bantuan dan program kesehatan bagi warga terdampak.

"Harapan kita kementerian dan lembaga, khususnya Kementerian Kesehatan serta OPD yang membidangi kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Provinsi, sudah mempunyai kerangka berpikir dan kerangka aksi. Bagaimana program jangka pendek untuk membantu masyarakat yang terdampak karhutla, termasuk penanganan pascanya nanti," pungkasnya.

Imbauan Menkes: Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau kelompok rentan seperti lansia, balita, dan ibu hamil mengurangi aktivitas di luar rumah. Ia menegaskan masyarakat perlu beradaptasi dengan kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

"Yang saya sampaikan selalu adalah bahwa nomor satu, kalau bisa stay di rumah. Kalau sudah kondisinya seperti itu, kita tahu alamnya sudah seperti ini, kita sebagai manusia harus segera beradaptasi dan usahakan stay di rumah. Jangan keluar kecuali benar-benar perlu," kata Budi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026).

Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, Budi menyarankan penggunaan masker N95 dan kacamata untuk mengurangi risiko iritasi mata. Masker N95 dinilai memiliki kemampuan filtrasi partikel yang lebih baik dibandingkan masker biasa.

"Caranya bagaimana? Gunakan masker. Kalau ada yang masker N95, gunakannya N95. Kalau tidak ada, gunakan masker yang ada. Tapi selalu gunakan masker kalau terpaksa harus keluar rumah. Untuk melindungi mata, gunakan kacamata. Bisa kacamata hitam atau kacamata biasa, tapi gunakan juga kacamata," imbaunya.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks