KUALA KURUN — Ribuan pasang mata warga Kuala Kurun terpaku pada layar lebar di Taman Kota, menyaksikan duel sengit final Piala Dunia 2026. Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menyediakan fasilitas nonton bareng (nobar) ini sebagai ruang publik yang menyatukan berbagai elemen, dari pejabat daerah hingga pedagang kaki lima.
Bupati Gumas Jaya S Monong yang hadir langsung di lokasi mengatakan, nobar ini dirancang untuk mewadahi para pencinta sepak bola di ibu kota kabupaten tersebut. "Kegiatan ini kami fasilitasi untuk mewadahi para pencinta sepak bola di Kuala Kurun, agar bisa menonton bersama, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di antara kita," ujarnya, Senin (15/7) dini hari.
Dampak Ekonomi: Omzet UMKM Ikut Terdongkrak
Di luar kemeriahan pertandingan, Bupati Jaya menyoroti efek berganda dari acara ini. Ia berharap keramaian nobar mampu mendongkrak omset dan daya beli pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar Taman Kota. "Aktivitas jual beli di lokasi nobar bisa menjadi suntikan ekonomi bagi pedagang lokal," sambungnya.
Orang nomor satu di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau itu juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Ia menekankan bahwa situasi kondusif adalah kunci utama pembangunan daerah. "Mari bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta situasi yang kondusif, damai, dan rukun," imbaunya.
Waspada Hoaks di Tengah Euforia Bola
Di tengah euforia sepak bola, Bupati Jaya menyelipkan pesan penting soal literasi digital. Ia meminta warga agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. "Jangan sampai informasi yang kita bagikan di media sosial ternyata hoaks, sehingga akan merugikan banyak pihak, khususnya masyarakat luas yang membaca dan mempercayai informasi tersebut," tegas Jaya.
Peringatan ini relevan mengingat maraknya kabar palsu yang kerap beredar saat momen-momen besar, termasuk ajang olahraga internasional.
Polres Gumas: Nobar Jadi Sarana Dekatkan Polri dengan Warga
Kehadiran aparat keamanan di lokasi nobar bukan sekadar pengamanan. Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, polwan pertama yang menjabat sebagai Kapolres di kabupaten ini, mengatakan bahwa kegiatan semacam ini menjadi ajang memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. "Melalui kegiatan nonton bareng ini kami ingin menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat. Olahraga mampu menyatukan berbagai kalangan," katanya.
Personel Polres Gumas bersama unsur pengamanan lainnya mengatur jalannya kegiatan sehingga warga bisa menikmati pertandingan tanpa gangguan. Nobar final Piala Dunia 2026 berakhir sekitar pukul 04.00 WIB tanpa kendala berarti, mencerminkan antusiasme dan kekompakan warga Gumas.