PALANGKA RAYA — Sebanyak 21 dari 26 titik api terkonsentrasi di Kecamatan Jekan Raya, menjadikannya wilayah dengan kerusakan terluas mencapai 9,05 hektare. Dua kecamatan lainnya yang terdampak adalah Pahandut dengan empat kejadian (0,92 hektare) dan Sabangau dengan satu kejadian (1,55 hektare). Data ini dirangkum BPBD Kota Palangka Raya hingga akhir pekan lalu.
Lahan Gambut dan Akses Sulit Jadi Kendala Pemadaman
Kepala BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di lahan milik warga yang sengaja dibuka dan dibiarkan terbakar. Kondisi ini diperparah oleh lokasi titik api yang berada di kawasan rawa, seperti di sekitar Danau Rangas, yang kerap diakses warga untuk memancing.
"Tim pemadam darat harus berjalan kaki hampir satu kilometer untuk mencapai titik api. Aksesnya sangat sulit, sehingga kami meminta bantuan water bombing dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah," ujar Budi di Palangka Raya, Senin.
Polresta Diminta Usut Pembakar Lahan
BPBD tidak hanya fokus pada pemadaman. Budi menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polresta Palangka Raya untuk menindak tegas para pelaku pembakaran lahan. Data dan hasil pelacakan lokasi kejadian telah diserahkan kepada aparat penegak hukum sebagai bagian dari upaya memberikan efek jera.
"Kita harus memberikan efek jera kepada pelaku pembakaran lahan. Data dan hasil pelacakan kejadian kami serahkan kepada aparat untuk ditindaklanjuti," katanya.
Kondisi Masih Terkendali, Tapi Waspada Gambut Kering
Meski hampir tiga pekan tanpa hujan, Budi menyebutkan bahwa kondisi karhutla di Palangka Raya masih relatif terkendali. Kelembapan tanah gambut yang masih cukup baik membuat pemadaman melalui jalur darat dan udara masih efektif dilakukan.
"Berbeda jika lahan gambut sudah benar-benar kering, maka potensi kebakaran akan lebih besar dan penanganannya menjadi lebih sulit," kata Budi mengingatkan.
Dalam penanganan ini, BPBD Kota Palangka Raya berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kalteng, serta relawan untuk deteksi dini dan pemadaman.
Imbauan ke Warga: Jangan Bakar Lahan
Budi mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika menemukan titik api. Menurutnya, peran aktif warga sangat krusial untuk mencegah meluasnya karhutla.
"Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif mencegah karhutla dengan tidak membakar lahan dan segera melapor jika ada kejadian kebakaran," pungkasnya.