Pencarian

10 UMKM Unggulan Kalimantan Tengah yang Menembus Pasar Nasional, Wajib Coba untuk Oleh-Oleh

Selasa, 14 Juli 2026 • 17:39:01 WIB
10 UMKM Unggulan Kalimantan Tengah yang Menembus Pasar Nasional, Wajib Coba untuk Oleh-Oleh
Roti Gapit khas Dayak dari Palangka Raya kini hadir dalam kemasan kedap udara dan mulai menembus pasar Jakarta serta Surabaya.

Palangka Raya, ibu kota Kalimantan Tengah, bukan hanya kota dengan patung Bundaran Besar yang ikonik. Di balik hiruk-pikuk Jalan Yos Sudarso dan kawasan Pasar Besar, puluhan pengusaha kecil telah membuktikan produk mereka layak bersanding dengan merek nasional. Dari olahan ikan sungai hingga anyaman rotan, produk-produk ini membawa cerita perjuangan yang jarang terdengar.

Pasar nasional tidak mudah dimasuki. Sertifikasi halal, kemasan standar ritel, dan konsistensi rasa menjadi syarat mutlak. Berikut sepuluh UMKM unggulan yang berhasil melewati tahapan tersebut, berdasarkan pengalaman dan pengamatan di lapangan.

1. Roti Gapit Khas Dayak: Dari Dapur Rumah ke Mal Jakarta

Roti gapit, jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras dan santan, kini hadir dalam kemasan kedap udara. Beberapa produsen di Palangka Raya dan Kabupaten Katingan mulai mengirim produk ke Jakarta dan Surabaya.

Rahasianya ada pada varian rasa. Selain original, muncul rasa pandan, durian, dan cokelat yang menyesuaikan selera anak muda. Tekstur renyah di luar dan lembut di dalam menjadi ciri khas yang sulit ditiru.

2. Amplang Ikan Patin: Camilan Gurih dengan Standar Pabrik

Amplang bukan lagi camilan pinggir jalan. UMKM di Kota Sampit dan Kuala Kapuas sudah mengelola produksi dengan mesin penggorengan vakum. Hasilnya, minyak berkurang, umur simpan lebih panjang, dan rasa tetap gurih.

Mereka juga mengurus izin BPOM dan sertifikat halal. Tanpa dua dokumen ini, produk tidak bisa masuk ke jaringan minimarket seperti Alfamart dan Indomaret yang sudah tersebar di Kalimantan Tengah.

3. Kerajinan Rotan Puruk Cahu: Mebel yang Diekspor ke Eropa

Kecamatan Puruk Cahu di Kabupaten Murung Raya dikenal sebagai sentra rotan. Pengrajin di sana tidak hanya membuat kursi dan meja. Mereka kini memproduksi tas, tempat tisu, dan hiasan dinding yang desainnya modern.

Permintaan dari luar negeri, terutama Jerman dan Belanda, meningkat sejak 2023. Pengiriman rutin dilakukan melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin setelah melalui proses sortir ketat.

4. Kopi Liberika Kasongan: Cita Rasa Asap yang Mendunia

Kopi Liberika asal Kabupaten Katingan punya profil rasa unik: earthy dengan aftertaste asap ringan. Biji kopi ini tumbuh di lahan gambut yang memberikan karakter tersendiri.

Beberapa kafe di Yogyakarta dan Bandung sudah menjadikan Kopi Liberika Kasongan sebagai menu andalan. Petani di sana membentuk koperasi untuk menjaga kualitas dan harga jual tetap stabil.

5. Minyak Sereh Wangi dari Barito Timur: Bahan Baku Industri Farmasi

Desa-desa di Barito Timur menjadi pemasok utama minyak sereh wangi untuk perusahaan kosmetik dan farmasi di Pulau Jawa. Proses penyulingan tradisional masih dipertahankan, namun kemasan dan standar kebersihan sudah mengikuti standar industri.

Produk ini masuk ke pasar nasional melalui kemitraan dengan distributor bahan baku alami di Surabaya. Harga jualnya lebih kompetitif dibanding minyak sereh impor dari Vietnam.

6. Gula Aren Batang: Pemanis Alami Tanpa Bahan Pengawet

Gula aren cair dari Batang, Kabupaten Kapuas, mulai menggeser posisi gula kelapa dalam industri minuman kekinian. Teksturnya kental, warna cokelat pekat, dan rasa karamel yang kuat.

Produk ini dikirim dalam jerigen 5 liter ke pabrik minuman ringan di Jakarta. Proses produksi dilakukan secara higienis dengan alat stainless steel, bukan drum bekas seperti praktik lama.

7. Ikan Asin Sepat Rawa: Stok Protein untuk Pasar Tradisional Jawa

Ikan sepat rawa asin dari daerah rawa gambut Kalteng punya tekstur lebih padat dibanding sepat dari daerah lain. Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, rutin memesan dalam jumlah tonase setiap bulan.

Proses pengasinan menggunakan garam lokal dan penjemuran di atas para-para bambu. Tidak ada bahan pengawet formalin, sehingga rasa gurih alami tetap terjaga.

8. Songket Tenun Kapuas: Kain Tradisional dengan Sentuhan Modern

Pengrajin tenun di Kecamatan Kapuas Hilir mulai membuat songket dengan motif kontemporer. Motif tradisional seperti "Bintang Barito" tetap dipertahankan, namun dipadukan dengan warna pastel yang disukai pasar urban.

Produk mereka sudah dipajang di butik-butik di Bali dan Jakarta. Harga selembar kain songket bisa mencapai jutaan rupiah tergantung kerumitan motif dan jumlah benang emas yang digunakan.

9. Kerupuk Kemplang Palangka Raya: Camilan Pendamping Kopi

Kerupuk kemplang berbahan ikan gabus ini berbeda dengan kerupuk pada umumnya. Teksturnya keras, harus digoreng dengan pasir atau minyak panas, dan rasanya dominan gurih ikan.

UMKM di Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, mengemas produk dalam toples plastik kedap udara. Pemasaran dilakukan melalui reseller di Instagram dan Shopee, dengan ongkos kirim gratis untuk area Jawa-Bali.

10. Madu Kelulut Hutan: Superfood dari Pedalaman

Madu kelulut atau madu trigona dari hutan Kalteng memiliki kadar air lebih rendah dan rasa asam-manis yang khas. Kandungan propolisnya tinggi, sehingga sering dijadikan bahan obat herbal.

Peternak lebah di Kabupaten Gunung Mas dan Katingan sudah bermitra dengan startup kesehatan di Jakarta. Madu dikemas dalam botol kaca gelap untuk menjaga kualitas, dan dikirim setiap dua minggu sekali.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara membeli produk UMKM Kalteng secara online?
Sebagian besar UMKM sudah memiliki akun Instagram dan toko di Shopee atau Tokopedia. Cari dengan kata kunci nama produk ditambah "Kalteng" atau "Palangka Raya".

Apakah produk-produk ini sudah bersertifikat halal?
Untuk produk makanan dan minuman, mayoritas sudah mengantongi sertifikat halal MUI. Kerajinan non-makanan tentu tidak memerlukan sertifikat tersebut.

Berapa lama waktu pengiriman ke luar pulau?
Estimasi 3-7 hari kerja untuk tujuan Jawa, tergantung ekspedisi. Produk seperti roti gapit dan amplang memiliki masa simpan hingga 3 bulan dalam kemasan vakum.

Apa tantangan terbesar UMKM Kalteng saat ini?
Biaya logistik masih tinggi karena jarak tempuh jauh dan infrastruktur jalan yang belum merata. Bahan baku seperti gula dan minyak goreng juga sering naik turun harganya.

Apakah ada pusat oleh-oleh khusus di Palangka Raya?
Beberapa toko di Pasar Besar Palangka Raya dan pusat perbelanjaan di Jalan Diponegoro menjual produk-produk ini. Sebaiknya cek ketersediaan stok langsung ke tempatnya karena permintaan tinggi saat musim liburan.

Produk-produk ini membuktikan bahwa Kalimantan Tengah bukan sekadar paru-paru dunia. Di balik hutan dan sungai, ada tangan-tangan terampil yang menghasilkan barang berkualitas ekspor. Dukungan terhadap UMKM lokal berarti ikut menjaga tradisi dan ekonomi warga setempat tetap hidup.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Produk UMKM?
pa dari Kalimantan Tengah yang sudah diekspor ke Eropa? A: Kerajinan rotan dari Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, yang diekspor ke Jerman dan Belanda sejak 2023.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks