KALIMANTAN TENGAH — Infantino mengakui perubahan sikapnya setelah menilai kesuksesan format 48 peserta pada Piala Dunia 2026. Sebelumnya, ia kerap meragukan kelayakan turnamen yang diikuti 64 negara dengan total 128 pertandingan. Kini, ia membuka ruang diskusi untuk perubahan format paling radikal dalam sejarah turnamen.
Dari 32 ke 64 Tim: Lompatan yang Belum Pernah Terjadi
Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama dengan 48 peserta, menggantikan format 32 tim yang bertahan sejak 1998. Jika wacana 64 tim terealisasi, jumlah peserta akan berlipat ganda hanya dalam dua edisi beruntun. “Infantino ingin semua negara punya kesempatan,” demikian pernyataan yang dikutip dari keterangan resmi FIFA.
Bagi Indonesia, peluang ini menjadi angin segar. Timnas Garuda belum pernah sekalipun lolos ke putaran final Piala Dunia. Dengan kuota peserta yang membengkak, peluang lolos dari babak kualifikasi zona Asia menjadi lebih realistis.
Kritik dan Kontroversi di Balik Wacana Ekspansi
Pernyataan Infantino muncul di tengah sorotan tajam dari sejumlah federasi sepak bola Eropa. Mereka mengkritik keputusan Infantino yang mengikuti keinginan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membatalkan sanksi kartu merah striker AS, Folarin Balogun. Insiden itu memicu spekulasi munculnya calon penantang baru dalam pemilihan Presiden FIFA berikutnya.
“Situasi itu memunculkan spekulasi adanya calon penantang baru pada pemilihan Presiden FIFA berikutnya,” tulis laporan iNews.id yang menjadi sumber berita ini. Meski demikian, Infantino tetap melanjutkan agenda ekspansi turnamen sebagai bagian dari visi globalisasinya.
Dampak bagi Sepak Bola Nasional dan Kalender Internasional
Ekspansi ke 64 tim berarti Piala Dunia akan berlangsung lebih dari sebulan dengan jumlah pertandingan mencapai 128 laga. Ini berpotensi mengubah kalender kompetisi domestik dan internasional secara drastis. Klub-klub Eropa diperkirakan akan kembali menolak karena jadwal pemain makin padat.
Namun bagi negara berkembang seperti Indonesia, format ini justru membuka akses. Dengan tambahan slot untuk Asia, persaingan kualifikasi tidak lagi hanya didominasi Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Iran. Tim peringkat menengah seperti Indonesia, Vietnam, atau Thailand mendapat peluang lebih besar untuk bersaing.
FIFA belum mengumumkan jadwal resmi pembahasan proposal ini. Keputusan final kemungkinan baru akan diambil setelah Piala Dunia 2026 rampung digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.