PALANGKA RAYA — Empat unit kapal susur sungai milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan segera dioperasikan melalui skema kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan pihak ketiga. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disbudpar Kalteng Adi Soeseno menyatakan, mekanisme pengelolaan aset ini masih dalam tahap finalisasi agar bisa berjalan profesional dan berkelanjutan.
“Kapal susur sungai adalah potensi unggulan daerah yang perlu dikelola secara profesional dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan daya tarik wisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Adi, Jumat (10 Juli 2026).
Prioritas untuk Taman Nasional Tanjung Puting
Adi menegaskan, pengoperasian kapal wisata ini akan mendukung pengembangan destinasi unggulan di Kabupaten Kotawaringin Barat. Taman Nasional Tanjung Puting, yang dikenal sebagai habitat orangutan dan tujuan ekowisata kelas dunia, menjadi prioritas utama.
“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi prioritas pengembangan karena memiliki daya tarik internasional yang perlu didukung sarana dan prasarana wisata yang memadai,” pungkasnya.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Menurut Adi, keberhasilan pengelolaan kapal susur sungai sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, organisasi masyarakat, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“Pengelolaan kapal susur sungai membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar berjalan efektif serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Kerja sama lintas daerah dinilai penting untuk memastikan kapal wisata dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain memperkuat sektor pariwisata, langkah ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Arahan Gubernur: Aset Daerah Harus Produktif
Optimalisasi kapal susur sungai merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Kepala daerah meminta agar seluruh aset daerah dimanfaatkan secara produktif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Arahan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menjadi dasar pengelolaan kapal agar lebih produktif, berdampak luas, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Adi.
Melalui program ini, Pemprov Kalteng berharap dapat menghadirkan layanan wisata sungai yang aman, nyaman, dan berkualitas. Target jangka panjangnya adalah meningkatkan kunjungan wisatawan, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat citra pariwisata Kalimantan Tengah di tingkat nasional dan internasional.