KALIMANTAN TENGAH — Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi menyebut kebijakan harga tersebut langsung dirasakan manfaatnya oleh petani di Klaten. “Petani sangat bersyukur dengan penetapan harga gabah Rp6.500 per kilogram. Ditambah berbagai bantuan yang diberikan, kebijakan ini memberikan manfaat nyata,” ujarnya dalam kegiatan yang dihadiri Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Panen Raya Pakai Mesin, Bantuan Langsung ke Gapoktan
Rangkaian acara diawali panen raya dengan dua metode: manual dan combine harvester. Simbolisasi ini sekaligus menunjukkan adopsi mekanisasi pertanian yang mulai merambah sentra produksi di Jawa Tengah.
BULOG tak hanya menjamin harga, tetapi juga menyalurkan bantuan fisik. Timbangan digital dan paket sembako diberikan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat. Selain itu, perlengkapan alat tulis dibagikan kepada anak-anak di sekitar kawasan pertanian.
Kolaborasi Lima Pilar Pangan Nasional
Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menekankan keberhasilan sektor pangan tidak bisa berjalan sendiri. Menurutnya, rantai pasok dari petani hingga konsumen membutuhkan kerja sama lintas institusi: penyuluh pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pupuk Indonesia, hingga Tim Jemput Gabah BULOG.
“Ini hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” kata Rizal di sela kunjungan. Ia optimistis sinergi ini bisa mempercepat target swasembada pangan berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah.
Klaten sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Dengan kepastian harga dan dukungan alat produksi, BULOG berharap petani tidak lagi ragu menjual gabah ke mitra resmi, sekaligus menekan potensi permainan tengkulak di level bawah.