Pencarian

Wuling LZ110, Mobil Pertama Pabrikan yang Lahir dari Rekayasa Balik Mitsubishi Minicab 1977

Kamis, 09 Juli 2026 • 04:26:02 WIB
Wuling LZ110, Mobil Pertama Pabrikan yang Lahir dari Rekayasa Balik Mitsubishi Minicab 1977
Wuling LZ110, microcar pertama hasil rekayasa balik Mitsubishi Minicab 1977, diproduksi manual pada 1982.

KALIMANTAN TENGAH — Wuling yang kini dikenal sebagai pemain besar kendaraan elektrifikasi global ternyata memulai perjalanannya dari sesuatu yang sangat sederhana. Bukan SUV atau mobil listrik, melainkan sebuah mobil mikro (microcar) berjuluk LZ110 yang lahir dari proses manual tanpa bantuan robotik. Unit ini menjadi saksi bisu transformasi Pabrik Traktor Liuzhou menjadi raksasa otomotif.

Momen bersejarah itu terjadi pada 20 Januari 1982. Kala itu, pabrik traktor di Liuzhou, Guangxi, mengimpor satu unit Mitsubishi Minicab generasi ketiga keluaran 1977 dari Jepang. Mobil tersebut kemudian dibongkar total dan dipelajari lewat metode rekayasa balik. Para pekerja meniru setiap komponen secara manual—diketok tanpa bantuan mesin modern—hingga lahirlah LZ110.

Desain Micro Pick-Up Era 80-an yang Fungsional

Dari segi tampilan, LZ110 mengusung format micro pick-up khas era 80-an yang kompak. Wajah depannya didominasi panel grill hitam horizontal besar yang menyatu dengan lampu utama berbentuk bulat di kanan dan kiri. Di tengah grill, terpasang logo lima berlian khas Wuling berwarna merah—yang belum menjadi identitas permanen saat itu.

Di bagian bumper depan, terdapat pelat nama bertuliskan LZ110. Sementara di pintu samping, tepat di bawah pilar A, terpasang emblem krom bertuliskan L100. Dimensi bodi sengaja dibuat seminimal mungkin agar lincah melewati jalanan sempit, dengan ruang kargo yang dimaksimalkan untuk fungsi angkut.

Logo Lima Berlian Lahir dari Mahasiswa Desain Industri

Menariknya, logo Wuling yang kita kenal sekarang tidak langsung digunakan sejak awal. Pada era 1980-an, saat permintaan traktor pertanian merosot tajam, manajemen pabrik traktor beralih memproduksi alat rumah tangga. Logo dengan huruf "W" saat itu dipinjam dari merek mesin jahit bernama Wanjia. Transformasi besar terjadi pada 1987, ketika seorang mahasiswa desain industri bernama Wei Hongren memodifikasi logo tersebut—huruf W dibentuk dari lima berlian kecil. Liuzhou Light Vehicle kemudian mengadopsi logo baru ini sekaligus memperkenalkan nama merek Wuling.

Dari Rekayasa Tiruan ke Produksi Massal Resmi

Setelah melalui proses negosiasi, Liuzhou Light Vehicle akhirnya mendapatkan lisensi resmi dari Mitsubishi. Mulai tahun 1988, mobil van tersebut bukan lagi hasil rekayasa tiruan dan diproduksi dalam skala besar. Pada 1990, penerus LZ110 diluncurkan ke pasar dengan nama China Xingwang yang dibuat berdasarkan basis Minicab generasi keempat.

Kisah LZ110 ini menjadi pengingat bahwa inovasi sering lahir dari keterbatasan. Dari pabrik traktor yang hampir gulung tikar, Wuling kini menjelma menjadi produsen kendaraan elektrifikasi yang produknya merambah pasar Indonesia dan global.

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks