KALIMANTAN TENGAH — Balapan F1 GP Inggris 2026 di Silverstone, Minggu (5/7), menyajikan drama yang berubah total di lap-lap akhir. Leclerc akhirnya finis terdepan setelah memanfaatkan situasi safety car yang muncul akibat Max Verstappen mengalami spin dan masuk gravel di lap ke-48. Ini sekaligus mengakhiri puasa kemenangan pebalap Monako itu sejak GP Amerika Serikat 2024 -- rentang 22 bulan tanpa podium tertinggi.
Antonelli Kehilangan Posisi Terdepan Usai Masalah Teknis
Kimi Antonelli yang start dari pole langsung melorot ke urutan tiga di tikungan pertama, di belakang Leclerc dan Hamilton. Pebalap Italia itu sempat merebut posisi kedua dari Hamilton di lap ke-11, lalu memimpin setelah jendela pit stop pertama.
Namun drama terjadi di lap ke-41. Mobil Antonelli mengalami masalah teknis yang memaksanya masuk pit untuk mengganti ban dan sayap depan. Belakangan diketahui pelindung roda kiri depan mobilnya rusak. Meski diperintahkan tim untuk masuk pit lagi, Antonelli memilih bertahan di trek demi mengamankan poin -- keputusan yang berujung pada penalti pelanggaran track limits karena mobil sulit dikendalikan.
Keputusan Pit Stop yang Menentukan Podium
Saat Verstappen spin di lap ke-48, safety car masuk. Leclerc dan Hamilton langsung masuk pit untuk ganti ban. Namun Hamilton kehilangan posisi kedua dari Russell yang memilih tetap di trek tanpa pit stop. Nasib Hamilton makin apes karena safety car bertahan hingga garis finis, membuatnya tak punya kesempatan menyalip Russell.
"Saya tidak bisa menyalip Russell karena safety car terus berjalan sampai finis," ujar Hamilton dalam wawancara usai balapan. Situasi itu memastikan Leclerc keluar dari pit dengan tetap mempertahankan posisi terdepan.
Klasemen: Kemenangan yang Mengubah Peta Persaingan
Hasil ini membawa Leclerc naik ke posisi kedua klasemen sementara pebalap, menggeser Verstappen yang gagal finis. Bagi Ferrari, kemenangan di Silverstone menjadi sinyal kebangkitan setelah musim 2025 yang kurang kompetitif. Sementara itu, Antonelli yang start dari pole harus puas finis di luar posisi 10 besar akibat rangkaian masalah teknis dan penalti.
GP Inggris 2026 menjadi bukti bahwa strategi pit stop dan keputusan berani -- seperti yang dilakukan Russell memilih tak masuk pit -- bisa mengubah panggung podium secara dramatis.