Pencarian

Kapan Membeli Mobil Listrik Mulai Lebih Hemat dari Bensin? Ini Rumus Hitungnya

Minggu, 05 Juli 2026 • 12:50:31 WIB
Kapan Membeli Mobil Listrik Mulai Lebih Hemat dari Bensin? Ini Rumus Hitungnya
Kenaikan harga BBM mendorong minat beralih ke mobil listrik sebagai alternatif hemat energi.

KALIMANTAN TENGAH — Kenaikan harga BBM yang naik-turun belakangan ini membuat banyak pemilik mobil mulai melirik kendaraan listrik sebagai alternatif. Namun, keputusan untuk beralih ke EV tidak bisa didasari oleh tren sesaat. Sebuah formula sederhana bisa membantu Anda menghitung sendiri apakah beralih ke mobil listrik akan menghemat pengeluaran bulanan atau justru sebaliknya.

Rumus Sederhana Menghitung Titik Impas EV vs Bensin

Inti perhitungannya adalah membandingkan total biaya bulanan antara mempertahankan mobil bensin saat ini dengan membeli mobil listrik baru. Rumusnya: (Cicilan saat ini + Biaya BBM bulanan) vs (Cicilan EV baru + Biaya listrik bulanan). Jika sisi kanan lebih kecil, Anda mulai berhemat.

Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu. Data rata-rata di AS menunjukkan bahwa mayoritas pemilik mobil justru akan merugi jika memaksakan diri mengganti kendaraan yang masih layak pakai dengan EV baru. Sebab, cicilan kendaraan baru—termasuk EV—cenderung lebih tinggi daripada cicilan mobil bekas yang sudah hampir lunas.

Simulasi: Butuh Harga Bensin US$5,4 per Galon untuk Impas

Untuk memberikan gambaran, mari kita lihat angka rata-rata yang dirangkum dari berbagai sumber. Rata-rata cicilan mobil bekas di AS saat ini adalah US$531 per bulan, dengan rata-rata biaya BBM bulanan US$201 (setara 56 galon pada harga US$3,584 per galon). Sementara itu, rata-rata cicilan mobil baru (termasuk EV) adalah US$770 per bulan, dan biaya pengisian daya EV rata-rata hanya US$65,30 per bulan.

Dengan memasukkan angka-angka tersebut ke dalam rumus, titik impas baru tercapai jika harga bensin mencapai US$5,434 per galon. Artinya, selama harga BBM di bawah angka tersebut, secara rata-rata, biaya operasional EV yang lebih murah belum mampu mengompensasi cicilan bulanan yang lebih tinggi.

Faktor Penentu: Cicilan Lama, Harga EV Bekas, dan Biaya Perawatan

Rumus di atas hanyalah panduan umum. Setiap orang memiliki situasi yang berbeda. Jika cicilan mobil Anda saat ini sudah sangat rendah atau bahkan lunas, maka kebutuhan harga bensin untuk mencapai titik impas akan jauh lebih tinggi. Sebaliknya, jika Anda bisa mendapatkan EV bekas dengan cicilan yang kompetitif, peluang berhemat akan terbuka lebih lebar.

Selain harga BBM, faktor lain yang mulai mendorong peralihan ke EV adalah biaya perawatan. Mobil listrik tidak memerlukan ganti oli, busi, atau komponen mesin bakar lainnya. Seiring dengan naiknya biaya servis rutin—seperti harga oli dan jasa bengkel—keunggulan EV dalam hal perawatan jangka panjang menjadi semakin terasa.

Kesimpulan untuk Konsumen Indonesia

Meskipun data ini berasal dari pasar Amerika, prinsip dasarnya tetap relevan untuk Indonesia. Sebelum memutuskan membeli mobil listrik, hitung dulu selisih cicilan antara mobil lama dan mobil baru. Jika selisihnya terlalu besar, penghematan dari biaya listrik belum tentu bisa menutupinya. Namun, bagi Anda yang memang sudah harus mengganti kendaraan karena usia pakai, EV bisa menjadi pilihan yang masuk akal secara ekonomi—terutama jika Anda memiliki akses ke tarif listrik rumah yang lebih murah untuk pengisian daya.

Bagikan
Sumber: jalopnik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks