KALIMANTAN TENGAH — Berdasarkan data harga resmi per Juli 2026, pilihan kendaraan listrik di segmen 200 jutaan tidak lagi didominasi mobil berukuran kecil. Konsumen kini bisa memilih hatchback, crossover, hingga SUV kompak dari merek seperti BYD, Wuling, Seres, VinFast, Geely, Changan, dan JAECOO.
Seres E1 B-Type Tetap Termurah, BYD Atto 1 Mulai Rp199 Juta
Seres E1 B-Type masih memegang status sebagai mobil listrik paling terjangkau di Indonesia dengan banderol Rp189 juta. Posisinya langsung diikuti BYD Atto 1 varian Standard yang dibanderol Rp199 juta dan varian Dynamic Rp205 juta.
Menariknya, BYD menghadirkan tiga varian Atto 1 sekaligus di segmen ini. Varian Premium dibanderol Rp245 juta, bersaing ketat dengan VinFast VF 5 yang dijual Rp245,17 juta untuk versi tanpa sewa baterai.
Opsi Sewa Baterai dan Varian Long Range
VinFast masih mempertahankan skema sewa baterai untuk menekan harga awal. VF 5 dengan sistem sewa dibanderol Rp212 juta, sementara VF e34 dengan skema serupa dijual Rp283 juta. Konsumen perlu memperhitungkan biaya berlangganan baterai bulanan di luar harga kendaraan.
Wuling Air EV hadir dalam dua varian: Lite Standard Range Rp214 juta dan Lite Long Range Rp251 juta. Perbedaan harga mencerminkan kapasitas baterai dan jarak tempuh yang ditawarkan.
SUV dan Crossover Mulai Menggoda di Bawah Rp300 Juta
Bagi yang menginginkan postur lebih tinggi, Geely EX2 Pro dibanderol Rp239,9 juta dan varian Max Rp269,9 juta. JAECOO J5 EV Standard menjadi salah satu compact SUV termurah di kelasnya dengan harga Rp279,9 juta.
Changan Lumin melengkapi daftar dengan harga Rp222 juta, sementara Seres E1 L-Type dijual Rp219 juta sebagai varian lebih tinggi dari Seres E1.
Yang Perlu Dicermati Sebelum Membeli Mobil Listrik 200 Jutaan
Harga bukan satu-satunya pertimbangan. Kapasitas baterai, estimasi jarak tempuh, garansi komponen kelistrikan, serta ketersediaan jaringan bengkel resmi dan fasilitas pengisian daya di wilayah tempat tinggal menjadi faktor krusial.
Skema kepemilikan baterai juga perlu diperiksa. Beberapa model seperti VinFast masih menawarkan opsi sewa, yang membuat harga awal lebih rendah namun menambah biaya operasional bulanan. Pastikan kamu menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan mobilitas dan anggaran jangka panjang.