Pencarian

Harga Kripto 24 Juni 2026: Memori Pasar yang Dingin di Pagi Hari — BTC Terjun Bebas ke Rp 1,12 Miliar, DOGE dan ADA Paling Terpukul

Rabu, 24 Juni 2026 • 07:25:00 WIB
Harga Kripto 24 Juni 2026: Memori Pasar yang Dingin di Pagi Hari — BTC Terjun Bebas ke Rp 1,12 Miliar, DOGE dan ADA Paling Terpukul
Bitcoin terjun ke Rp 1,12 miliar dalam koreksi pasar kripto pagi ini.

Pagi yang Sunyi di Exchange: Siapa Paling Babak Belur?

Kopi pagi saya terasa lebih pahit ketika melihat data real-time pukul 07.22 WIB. Bukan karena barista-nya, tapi karena Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE) memimpin koreksi — masing-masing anjlok 3,68% dan 3,43%. Bayangkan, dalam semalam, nilai ADA menyusut menjadi Rp 2.719 per koin, sementara DOGE hanya bertahan di Rp 1.415. Ini bukan sekadar "koreksi teknikal" biasa; ini adalah aksi jual panik di kalangan investor ritel yang mungkin baru masuk saat pump minggu lalu.

Di sisi lain, Solana (SOL) yang biasanya jadi primadona ekosistem Layer-1 juga ikut limbung. Turun 2,1% ke Rp 1,25 juta, SOL seolah kehilangan narasi besarnya setelah beberapa proyek DeFi di ekosistemnya mengalami penurunan Total Value Locked (TVL) sebesar 12% dalam sepekan. XRP dan BNB memang lebih "adem" dengan koreksi di bawah 1,3%, tapi jangan terkecoh — volume perdagangan XRP di bursa lokal seperti Indodax dan Tokocrypto justru meningkat 20% dalam 6 jam terakhir. Artinya, banyak yang memanfaatkan diskon, tapi juga banyak yang keluar.

Mengapa DOGE dan ADA Paling Terpukul? Ini Bukan Sekadar FOMO

Jika Anda melihat grafik DOGE dan ADA dalam sebulan terakhir, Anda akan melihat pola yang mengkhawatirkan: keduanya gagal mencetak higher high. Secara teknikal, DOGE telah kehilangan support psikologis di level $0,085 (Rp 1.523) dan kini bergulat di $0,079 (Rp 1.415). Ini adalah area yang berbahaya karena jika ditembus ke bawah, target berikutnya adalah $0,065 — atau turun 18% lagi dari sini. Katalis negatifnya? Tidak ada berita besar dari Elon Musk atau pengumuman integrasi baru. DOGE hidup dari spekulasi; tanpa api, ia padam.

Sementara itu, Cardano (ADA) menghadapi masalah yang lebih struktural. Meskipun jaringan terus dikembangkan, adopsi aplikasi DeFi di Cardano masih jauh di belakang Solana atau Ethereum. Data menunjukkan alamat aktif harian ADA turun 8% dalam seminggu. Investor mulai kehilangan kesabaran menunggu "the next big thing" dari tim Hoskinson. Koreksi 3,68% hari ini adalah buah dari kekecewaan yang terakumulasi.

Bitcoin dan Ethereum: Saat Raja dan Ratu Sedang Berpikir

Jangan buru-buru menyebut pasar sedang "bleeding". Bitcoin di Rp 1,125 miliar ($62.780) sebenarnya masih berada dalam kisaran konsolidasi yang sehat — antara support $60.000 dan resistance $65.000. Koreksi 1,18% ini lebih mirip "pembersihan" leverage di pasar futures. Data dari Coinglass menunjukkan likuidasi posisi long senilai $120 juta dalam 24 jam terakhir. Ini adalah musik yang biasa didengar oleh trader berpengalaman: koreksi kecil untuk menjebak para pemula yang over-leverage.

Ethereum (ETH) di Rp 29,89 juta ($1.667) justru menarik perhatian saya. Koreksinya lebih dalam dari BTC (-2,64%), namun ada satu hal yang tidak banyak dibahas: rasio ETH/BTC sedang berada di titik terendah dalam 18 bulan terakhir. Ini bisa berarti dua hal: ETH sedang lemah, atau ini adalah titik jenuh jual (capitulation) yang sering menjadi awal pembalikan arah. Untuk investor Indonesia yang bermain jangka panjang, ETH di bawah $1.700 adalah zona akumulasi yang patut dipertimbangkan — selama Anda siap menahan volatilitas 2-3 minggu ke depan.

Peta Jalan untuk Investor Indonesia: Jangan Beli Semua yang Merah

Di tengah pasar yang dingin, justru di sinilah peluang terbentuk. Untuk investor ritel Indonesia yang ingin memanfaatkan koreksi ini, ada tiga langkah yang bisa dilakukan. Pertama, fokus pada aset dengan fundamental paling kuat: Bitcoin dan Ethereum. Keduanya memiliki likuiditas tertinggi di exchange lokal seperti Pintu, Indodax, dan Tokocrypto — artinya, Anda bisa masuk dan keluar tanpa selip harga yang besar. Kedua, hindari membeli DOGE atau ADA hanya karena harganya murah. Murah belum tentu murah hati; tanpa katalis, koreksi bisa berlanjut. Ketiga, pantau level kunci: jika BTC berhasil menembus $63.500 (Rp 1,138 miliar) dalam 48 jam ke depan, itu adalah sinyal pemulihan. Jika gagal dan turun ke bawah $60.000, bersiaplah untuk koreksi yang lebih dalam.

Ingat, pasar kripto tidak pernah linear. Pagi yang dingin ini bisa menjadi awal dari musim semi — atau musim salju yang lebih panjang. Kuncinya ada pada disiplin dan manajemen risiko. Selamat berdagang, dan jangan biarkan FOMO menguasai dompet Anda.

*Artikel ini hanya bersifat analitis dan bukan merupakan ajakan atau saran investasi. Seluruh keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca setelah melakukan riset mandiri.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks